PBP Jadi Pengungkit Ekonomi

Dibuka Sekretaris Menkop UKM

310
RESMI DIBUKA : Pekan Batik Pekalongan (PBP) 2017 resmi dibuka oleh Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM RI, Agus Muharram, yang didampingi Sekda Jateng, Sri Puryono, Rabu (4/10) kemarin (Dok Humas Pemkot Pekalongan).
RESMI DIBUKA : Pekan Batik Pekalongan (PBP) 2017 resmi dibuka oleh Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM RI, Agus Muharram, yang didampingi Sekda Jateng, Sri Puryono, Rabu (4/10) kemarin (Dok Humas Pemkot Pekalongan).

PEKALONGAN–Pekan Batik Pekalongan (PBP) 2017 Kota Pekalongan yang diharapkan menjadi pengungkit ekonomi rakyat, dibuka secara resmi oleh Sekretaris Menteri Koperasi (Menkop) UKM, Agus Muharram, di Kawasan Wisata Budaya Jetayu, Museum Batik Indonesia, Rabu (4/10) kemarin. PBP 2017 yang mengambil tema Batik Nusantara Membingkai Ikatan Silang Budaya ini, mulai digelar 4 hingga 8 Oktober 2017 mendatang.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Plt Wali Kota Pekalongan, Saelany Mahfudz, Sekda Pemprov Jateng Sri Puryono mewakili Gubernur Jateng, dan sejumlah kepala daerah dari kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Acara dimulai dengan tarian batik yang diperagakan oleh sejumlah dara cantik yang menggambarkan proses membatik. “Kami berharap agar momen PBP 2017 ini bisa menjadi pengungkit ekonomi masyarakat,” ucap Saelany.

Seperti tahun sebelumnya, event ini digelar dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Batik Nasional yang jatuh setiap 2 Oktober. Selain untuk mendongkrak potensi wisata, juga untuk mengukuhkan Kota Pekalongan sebagai World’s City of Batik. Kalangan internasional mengenal event Pekan Batik Pekalongan ini sebagai Pekalongan Batik Week 2017.

Pelaksanaan PBP tahun 2017 ini terdiri atas 12 (dua belas) rangkaian kegiatan, yaitu Pameran Nasional yang terbagi dalam Pameran Wisata Pekan Batik Nusantara dan Pameran Rumah Kreatif Batik Pekalongan, Fashion Show Busana Batik/Tenun, Festival Kampung Wisata Kuliner, Gelar Seni Budaya dan Pentas Bersama, Talkshow Netizen, Lomba mewarnai Buketan dengan peserta 500 anak, Lomba Kreasi Busana Batik Tulis/Cap Raksasa, Jetayu Drone Photografi Competition, Netizen Batik Selfie Contest, Festival Jamu dan Kuliner Jawa Tengah 2017, arak-arakan batik atau biasa disebut Pekalongan Batik Carnival dan Jalan Santai Wisata Kampung Batik dengan target peserta 5.000 orang.

“Kami berharap pada penyelenggaraan PBP 2017 ini, benar-benar dapat memberikan makna dalam pengimplementasian tema pekan batik kali ini yang berarti keberagaman motif dan corak batik Pekalongan dapat menyatukan kebhinekaan di negeri tercinta ini,” harapnya.

Sekretaris Menkop UKM, Agus Muharram saat melakukan peninjauan ke sejumlah stand mengatakan bahwa produk sebagus apapun jika tidak dipromosikan, tidak akan laku. “Dengan Pekan Batik Pekalongan ini, produk-produk UKM batik bisa dipasarkan dan laku dijual hingga menambah income perajin batik,” katanya.

Karena itu, Agus berharap para perajin tidak hanya menjual batik tapi juga melakukan banyak kreasi, karena saat ini adalah eranya kreatif. “Selain itu, penjualannya jangan mengandalkan pameran saja, tapi juga melalui media online,” ujarnya.

Penjualan lewat online ini dinilai Agus sangat membantu bagi perajin batik. Selain bisa menghemat banyak waktu, tenaga dan biaya, juga bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Namun terpenting, harus menjaga trust atau kepercayaan para pembeli. “Jangan sampai barang yang dijual tidak sama dengan yang dipromosikan melalui media online,” tambahnya. (han/adv/ida)