DITETAPKAN : Panitia Pilkades Desa Kendalasem, Kecamatan Wedung akhirnya menetapkan kades terpilih, kemarin (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
DITETAPKAN : Panitia Pilkades Desa Kendalasem, Kecamatan Wedung akhirnya menetapkan kades terpilih, kemarin (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

DEMAK-Panitia pemilihan kepala desa (Pilkades) Kendalasem, Kecamatan Wedung, akhirnya menetapkan Najmul Fatah sebagai kepala desa (kades) terpilih. Ini setelah panitia melakukan koordinasi dengan Pemkab Demak terkait perolehan suara yang sama (draw) antara Najmul Fatah dengan rivalnya Mustaufiq. Keduanya sama sama memperoleh 321 suara.

Ketua Panitia Pilkades, Abdurahim mengatakan bahwa penetapan kades terpilih ini mendasarkan Permendagri nomor 112 tahun 2014 tentang kepala desa, utamanya pasal 42 ayat 2. Ini juga merujuk bahwa Najmul Fatah memenangkan hasil suara di TPS 1 dengan jumlah 200 suara. “Penetapan ini sekaligus menindaklanjuti koordinasi dengan Pemkab sebelumnya,” kata Abdurohim.

Penetapan kades terpilih di Balai Desa Kendalasem ini dihadiri Muspika Kecamatan Wedung, Pj Kades Sujarwo, tokoh masyarakat, BPD dan pihak terkait lainnya. Penetapan kades terpilih tersebut juga disertai penandatanganan berita acara oleh calon dan saksi. Namun, yang hadir hanya calon nomor urut 4 Najmul Fatah. Sedangkan, tiga calon lainnya tidak hadir.

Seperti diketahui, pelaksanaan Pilkades di Desa Kendalasem sebelumnya telah terjadi persoalan suara sama. Dengan kondisi tersebut, Pemkab Demak memberlakukan dasar hukum Permendagri Nomor 112 Tahun 2014 sebagai petunjuk teknis bagi calon kades terpilih. Pada pasal 42 ayat 2 diatur, bahwa dalam hal jumlah calon kades terbanyak yang sama lebih dari 1 calon, maka calon terpilih ditetapkan berdasarkan suara terbanyak pada TPS dengan jumlah pemilih terbanyak.

Sementara itu, di tempat terpisah, Pemkab Demak memediasi masalah yang terjadi di Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen. Para pihak diundang untuk menyelesaikan persoalan. Asisten 1 Setda Pemkab Demak, AN Wahyudi menyampaikan bahwa tim kabupaten memediasi agar ada titik temu. Namun, bila tidak ada titik temu, bisa diselesaikan di pengadilan.

Menurutnya, kewenangan tetap berada di panitia Pilkades dan bupati akan bertindak bila sudah ada laporan dari panitia. “Bila tidak puas, silahkan ke lembaga peradilan. Namun, bisa dipikirkan kembali. Sebab, sepanjang panitia tidak ada main, peradilan hampir tidak pernah membatalkan keputusan bupati yang sudah dikeluarkan,” katanya.

Camat Mranggen, Wiwin Edi Widodo juga mengatakan, sebelum masuk ranah peradilan bisa dipikirkan kembali. “Selain membutuhkan energi yang besar, semua yang terlibat juga saudara sendiri sesama warga Kebonbatur,” katanya.

Tim sukses calon nomor urut 2, M Fatoni disebutkan bahwa sejak awal pihaknya sudah mengajukan keberatan ke panitia terkait masalah DPT dan lainnya. Namun tidak dapat tanggapan yang memadai. Dari panitia sendiri telah memberitahu jika ada pemilih yang belum terdaftar. (hib/ida)