Keluhkan Kondisi Bangunan MHS

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

PURWOREJO—Pengunjung Memorial House WR Soepratman (MHS) mengeluhkan kondisi tempat kelahiran komposer besar Indonsia yang kurang bersih dan tak adanya toilet. Padahal, MHS merupakan tempat bersejarah. Tepatnya, tempat kelahiran WR Soepratman sebagai Pahlawan Nasional komposer besar yang dimiliki Indonesia.

Arin Hakiki, seorang aktivis mahasiswa saat berkunjung ke MHS bersama puluhan rekannya, mengaku kecewa dengan minimnya perhatian dari pengelola MHS. “Masih terlihat kotor, tidak ada toilet bingung ketika pengunjung mau buang air kecil,” keluh aktivis PMII ini. Padahal, sentil Arin, seharusnya Purworejo bersyukur menjadi bagian dari sejarah komposer besar yang dimiliki negeri ini.

Diperoleh informasi, MHS sebelumnya dikelola oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Somongari. Hanya saja kini sudah diambil alih Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat. Kepala Desa Somongari, Mistiyah menyampaikan, beberapa waktu lalu, Pemkab mengambil alih pengelolaan MHS. Artinya, MHS sudah menjadi aset Pemkab. Nah, setelah pengambilalihan wewenang,  Pemkab pernah berjanji akan menjamin ketersediaan sanitasi di bangunan bersejarah tersebut. Hanya saja, hingga saat ini, Pemkab belum merealisasikan janji tersebut. “Katanya mau dibangun MCK sama Pemkab, namun belum ada tindak lanjut. Soalnya saat ini (sudah) tanggung jawab Pemkab,” kata Mistiyah di Balai Desa setempat, Rabu (4/10).

Terkait kewenangan tersebut, kata Mistiyah, pihaknya  tidak bisa berbuat lebih. Termasuk, menganggarkan anggaran dana desa untuk keperluan membangun toilet.  “Semuanya dikelola Pemkab.” Ia mengakui, keberadaan sanitasi di MHS dibutuhkan. Sebab,  tidak sedikit masyarakat yang berkunjung ke Somongari, juga berkunjung ke MHS. Terlebih, saat musim liburan. “Ya, pengunjung kerap mengeluh kesulitan jika ingin buang air kecil maupun air besar.” Ia berharap, dinas terkait yang mengelola MHS segera merealisasikan pembangunan toilet. (jpg/isk)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -