Keluhkan Kondisi Bangunan MHS

216

PURWOREJO—Pengunjung Memorial House WR Soepratman (MHS) mengeluhkan kondisi tempat kelahiran komposer besar Indonsia yang kurang bersih dan tak adanya toilet. Padahal, MHS merupakan tempat bersejarah. Tepatnya, tempat kelahiran WR Soepratman sebagai Pahlawan Nasional komposer besar yang dimiliki Indonesia.

Arin Hakiki, seorang aktivis mahasiswa saat berkunjung ke MHS bersama puluhan rekannya, mengaku kecewa dengan minimnya perhatian dari pengelola MHS. “Masih terlihat kotor, tidak ada toilet bingung ketika pengunjung mau buang air kecil,” keluh aktivis PMII ini. Padahal, sentil Arin, seharusnya Purworejo bersyukur menjadi bagian dari sejarah komposer besar yang dimiliki negeri ini.

Diperoleh informasi, MHS sebelumnya dikelola oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Somongari. Hanya saja kini sudah diambil alih Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat. Kepala Desa Somongari, Mistiyah menyampaikan, beberapa waktu lalu, Pemkab mengambil alih pengelolaan MHS. Artinya, MHS sudah menjadi aset Pemkab. Nah, setelah pengambilalihan wewenang,  Pemkab pernah berjanji akan menjamin ketersediaan sanitasi di bangunan bersejarah tersebut. Hanya saja, hingga saat ini, Pemkab belum merealisasikan janji tersebut. “Katanya mau dibangun MCK sama Pemkab, namun belum ada tindak lanjut. Soalnya saat ini (sudah) tanggung jawab Pemkab,” kata Mistiyah di Balai Desa setempat, Rabu (4/10).

Terkait kewenangan tersebut, kata Mistiyah, pihaknya  tidak bisa berbuat lebih. Termasuk, menganggarkan anggaran dana desa untuk keperluan membangun toilet.  “Semuanya dikelola Pemkab.” Ia mengakui, keberadaan sanitasi di MHS dibutuhkan. Sebab,  tidak sedikit masyarakat yang berkunjung ke Somongari, juga berkunjung ke MHS. Terlebih, saat musim liburan. “Ya, pengunjung kerap mengeluh kesulitan jika ingin buang air kecil maupun air besar.” Ia berharap, dinas terkait yang mengelola MHS segera merealisasikan pembangunan toilet. (jpg/isk)