Diejek, PK Gambilangu Tusuk Rekannya 

900
DIINTEROGASI: Heni Wahyuningrum alias Yola, 25, Pemandu Karaoke (PK) di Lokalisasi Gambilangu menjadi tersangka kasus penganiayaan (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG).
DIINTEROGASI: Heni Wahyuningrum alias Yola, 25, Pemandu Karaoke (PK) di Lokalisasi Gambilangu menjadi tersangka kasus penganiayaan (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG).

KENDAL—Diduga jengkel, seorang pemandu karaoke (PK) di kompleks lokalisasi Gambilangu, Kaliwungu menusuk temannya sesama PK. Gara-garanya, pelaku tidak terima diejek oleh korban sebagai perempuan yang suka gonta-ganti pacar.

Pelaku diketahui bernama Heni Wahyuningrum alias Yola, 25, warga Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara. Sementara korbannya adalah Suryani alias Tya, 30, warga Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo. Pelaku Yola menusuk korban Tya sebanyak tiga kali menggunakan gunting.

Akibat kejadian tersebut, kini Yola harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Kaliwungu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kepada penyidik Polsek Kaliwungu, Yola bercerita kejadian bermula ketika pelaku sebagai PK tengah melayani dua tamu di sebuah tempat hiburan karaoke di Gambilangu. Salah satunya Eko Prayitno.

Selesai berkaraoke dan minum-minuman keras, Yola kemudian pulang dalam kondisi mabuk berat. Saat hendak pulang itulah, Yola diantar oleh Eko Prayitno tamunya. “Saya ndak minta diantar, cuma tamunya sendiri yang maksa mau ngantar pulang, alasannya ingin ketemu dengan Rina,” akunya, kemarin (4/10).

Begitu sampai di tempat rumah kos, Gang Mlaten, kawasan Lokalisasi Gambilangu, Eko menanyakan apakah Rina ada atau tidak di kamarnya. “Saya jawab, Rina tidak ada, adanya mbak Tya, kakaknya Rina,” tuturnya.

Kemudian dari kamar atas, korban Suryani alias Tya yang tidak lain adalah kakak kandung Rina keluar dari kamar. Saat itu, Tya melihat Yola tengah mengobrol dengan Eko tamu yang sering bersama adiknya Rina.

Seketika itu, Tya nyeletuk kepada Yola dengan mengatakan jika Yola punya pacar baru lagi. “Mbak Tya bilang itu cowok Gemblekanmu sing anyar meneh yo! (itu lelaki pacar barumu lagi ya! Red),” katanya menirukan perkataan Tya.

Seketika itu,Yola merasa marah. Ia yang dalam kondisi mabuk berat karena pengaruh miras, langsung menantang Tya untuk berkelahi. “Kamu ngomong apa, sini turun kalau berani. Lalu saya ambil gunting,” tandasnya.

Tya kemudian berganti pakaian dan langsung turun dari kamar atas. Saat itulah terjadi perang mulut keduanya. Tya kemudian menjambak rambut Yola dan menyeretnya sampai keluar. Belum sempat membalas, Tya kembali menjambak rambut korban lagi. “Lalu gunting saya tusukkan ke dada korban,” jelas Yola.

Yola mengaku tidak sadar berapa kali ia menusuk korban. Namun begitu korban terjatuh, ia langsung sadar dan membawa korban bersama teman-temannya ke Rumah Sakit (RS) Darul Istiqomah, Kaliwungu. “Posisi saya mabuk, tidak tahu berapa kali. Tapi begitu korban jatuh, langsung saya bawa ke RS terdekat,”  tambahnya.

Dari kepolisian, didapat jika pelaku menusuk korban hingga tiga kali di bagian dada. Kapolsek Kaliwungu AKP Nanung Nugraha mengatakan bahwa motif penusukan dilakukan pelaku hanya karena tersinggung dengan ejekan korban. “Pelaku menusuk dada korban hingga tembus ke paru-paru korban. Korban saat ini dalam kondisi kritis dan dalam perawatan intensif di RS Darul Istiqomah, Kaliwungu,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut, polisi telah menetapkan terduga pelaku sebagai tersangka. Polisi sudah mengumpulkan barang bukti dan saksi-saksi. Barang bukti yang diambil di antaranya satu buah gunting, sampel darah, pakaian korban dan beberapa barang bukti lainnya. “Pelaku bakal dijerat dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman penjara maksimal 7 tahun,” pungkasnya. (bud/ida)