SLEMAN—Sindikat pencurian yang mengincar tas pengunjung di sejumlah restoran, digulung jajaran  Unit Reskrim Polsek Ngaglik.  Komplotan berjumlah lima orang ini mampu  menggondol tas tanpa disadari oleh para korbannya. Aksi terakhir komplotan ini,  terekam CCTV  di sebuah rumah makan masakan khas Korea di wilayah Ngaglik pada 9 September lalu.

Kanit Reskrim Polsek Ngaglik, Iptu Made Wira Suhendra menyampaikan, awalnya Susilo Hermawan, 42, seorang pengusaha asal Jakarta melapor ke Polsek. Lada saat kejadian, Susilo sedang bertemu dengan kliennya di restoran tersebut. Rupanya, komplotan ini beraksi ketika korban lengah, asyik ngobrol dengan kliennya. Tas korban berisi  dua ponsel serta uang tunai  Rp 10 juta dan USD 100.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas melakukan olah tempat kejadian perkara. Petugas juga memeriksa CCTV rumah makan.  Terungkap, dalam rekaman CCTV, pelaku  mengambil tas milik korban. Lima anggota sindikat pencuri tas, membaur dengan pengunjung resto lainnya. Nah,  salah satu pelaku, lantas mengambil tas milik korban.

Dalam rekaman itu, tampak  seorang pria menunduk di belakang kursi korban. Saat itulah, tas yang berada di samping korban, berpindah tangan.  Berbekal rekaman itu, petugas memburu pelaku. Pelaku terdeteksi berada di wilayah Solo. Berkoordinasi dengan kepolisian setempat, sindikat yang dalam aksinya sempat viral di media sosial ini, berhasil dibekuk.

“Lima orang ini merupakan sindikat pencuri yang beraksi di beberapa restoran. Ada beberapa TKP seperti di wilayah Magelang, Sleman, dan Solo,” kata Made Wira. Made Wira Suhendra melanjutkan, tiga tersangka ditahan dan menjalani proses hukum di Solo, karena terlibat di TKP wilayah Solo. Sedangkan dua tersangka lainnya digelandang ke Polsek Ngaglik. Yakni F, 42; dan AA, 16. Keduanya warga Ogan Komering Ilir, Sumsel.

Mereka dijerat pasal 363 KUHP tentang Pencurian. Ancaman hukumannya maksimal tujuh tahun penjara. Barang bukti yang diamankan berupa dua ponsel milik korban dan mobil rental yang digunakan pelaku. (jpg/isk)