UIN Walisongo Juara II Lomba Debat

472
SAMBUT PEMENANG : Rektor UIN Walisongo Prof Dr Muhibbin menyambut perwakilan mahasiswa usai menyabet juara II dalam lonba debat di IPB Bogor (istimewa).
SAMBUT PEMENANG : Rektor UIN Walisongo Prof Dr Muhibbin menyambut perwakilan mahasiswa usai menyabet juara II dalam lonba debat di IPB Bogor (istimewa).

SEMARANG – Tim mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang berhasil meraih prestasi yang membanggakan. Belum lama ini UIN Walisongo menyabet Juara II lomba debat antar mahasiswa se-Indonesia 2017. Lomba digelar di IPB Convention Center Bogor, akhir September lalu.

Dalam lomba yang digelar untuk memperingati Hari Hak untuk Tahu Sedunia tersebut, UIN Walisongo mengirim tiga mahasiswanya. Yakni Maulana Hasanuddin, Anisa Nindia Hayati, Akhmad Arif Khoerudin dari jurusan Ilmu Hukum yang dibimbing Brilyian Erna Wati.  Ketiganya hanya kalah tipis dari UGM Jogjakarta dengan selisih poin 0.06. Sebelumnya mereka harus bersaing melawan 15 tim dari perguruan tinggi se-Indonesia.

Maulana Hasanuddin mengatakan, pada babak semifinal,  UIN Walisongo melawan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sementara UGM berhadapan dengan Universitas Indonesia, hingga akhirnya kedua tim dipertemukan di partai final. “Pada babak grand final, kami membawakan mosi kontroversi siaran langsung di persidangan dengan mengangkat 12 tema perdebatan dalam persidangan dan dikaitkan dengan keterbukaan informasi publik,” katanya.

Sebelum mengikuti ajang tersebut, Tim UIN Walisongo tidak mematok target besar. Apalagi persiapan yang dilakukan mendadak. Pembahasan mosi hanya persiapan satu hari. “Kami tidak menyangka bisa masuk final, semoga tahun depan bisa lebih bagus dan persiapannya lebih matang,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor UIN Walisongo Prof Dr Muhibbin sangat mengapresiasi prestasi yang ditorehkan mahasiswanya. Ia pun berharap tahun depan tim dari UIN bisa menjadi juara. “Kita harus bekerja keras agar bisa meraih juara di level nasional maupun internasional,” ujarnya.

Menurut dirinya, agar bisa meraih prestasi harus ada pengkaderan di kalangan kampus agar tim debat ini memiliki regenarasi yang bagus. “Kami akan memberikan apresiasi berupa pembinaan intensif kepada tim yang juara,” tutupnya. (den/ric)