KONSOLIDASI: Bakal Calon Gubernur Jateng Sudirman Said bersama pimpinan pengurus wilayah PAN Jateng, Senin (2/10) (ISTIMEWA).
KONSOLIDASI: Bakal Calon Gubernur Jateng Sudirman Said bersama pimpinan pengurus wilayah PAN Jateng, Senin (2/10) (ISTIMEWA).

SEMARANG- Tiket untuk maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018 tinggal selangkah lagi masuk dalam genggaman Sudirman Said. Tiga partai politik, yakni Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN) makin intensif menjalin komunikasi dengan mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) periode  2014-2016 ini.

Dalam dua pekan terakhir, ketiga partai itu secara khusus mengundang Sudirman Said datang ke markas mereka di Jateng. Minggu (24/9), Dewan Pengurus Daerah (DPD) Gerindra Jateng mendaulat Sudirman Said untuk menyampaikan visi dan misinya dalam membangun Jateng di hadapan pengurus cabang Gerindra dari 35 Kabupaten/Kota se-Jateng.

Selang sehari berikutnya, Senin (25/9), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS pun mengundang Sudirman untuk menjalani semacam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) sebagai Calon Gubernur Jateng. Di hadapan sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah (DPTW) dan Badan Pemenangan Pemilu dan Pilkada (BP3)  PKS Jateng, Sudirman diminta memaparkan peta jalan (road map) yang akan ditempuhnya untuk memenangkan Pilgub Jateng 2018.

PAN, satu di antara tiga partai yang sering disebut-sebut Sudirman sebagai salah satu partai yang sering diajaknya berkomunikasi, tidak mau ketinggalan. Senin (2/10) lalu, PAN Jateng juga mengundangnya secara khusus hadir di markas mereka di Semarang.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua PAN Jateng Wahyu Kristianto, yang didampingi para pengurus harian  lainnya  mendiskusikan kesiapan dan persiapan pria kelahiran Desa Slatri, Brebes itu maju Pilgub Jateng.

Pada kesempatan ini pula, PAN Jateng secara resmi membuka pintu bagi Sudirman Said untuk melakukan sosialisasi ke basis-basis PAN di seluruh Jateng. Sudirman dan timnya dipersilakan berkomunikasi dan bersinergi dengan struktur PAN di seluruh Jateng mensosialisasikan dirinya agar lebih dikenal masyarakat.

Wahyu menyebut, langkah PAN Jateng ini sesuai dengan arahan Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan untuk  mengundang Sudirman guna memperkuat koordinasi dalam pengenalan ke masyarakat.   “Bagaimanapun PAN harus memilih kandidat terbaik, yang diukur tidak saja dari kapasitas, tetapi juga popularitas dan elektabilitas yang bersangkutan,” terang Wahyu.

Sudirman sendiri merasakan pertemuan itu sebagai hal yang positif dan menunjukkan kemajuan yang penting dalam proses pencalonan dirinya. “Hari ini, saya menghadiri rapat Dewan Pengurus Wilayah PAN Jateng untuk mendengar arahan apa-apa yang harus segera dilakukan untuk meningkatkan popularitas dan elektabitas saya di Jawa Tengah,” tutur Sudirman seusai pertemuan terbatas itu.

Sudirman menganggap, pertemuan dengan PAN Jateng kali ini merupakan tonggak (milestone) penting, yang akan menguatkan sinergi antara tim relawan Sudirman Said dengan Tim Pemenangan PAN.

Dia menjelaskan, meskipun rekomendasi formal masih menunggu waktu, namun arahan pimpinan PAN Jateng memberi optimisme arah dukungan PAN kepada dirinya pada proses Pilgub Jateng nanti.

Bagi Sudirman, pertemuan ini juga akan semakin mengokohkan langkah-langkah politik yang sedang dikakukannya untuk berkompetisi dalam Pemilihan Gubernur Jateng.

Pertemuan antara Sudirman dengan pengurus ketiga partai itu dalam dua pekan ini memang bukan yang pertama. Dalam kurun tiga bulan terakhir, Sudirman sudah beberapa kali menjalin komunikasi dengan pimpinan ketiga partai tersebut, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Di tingkat pusat, Sudirman beberapa kali bertemu dengan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto. Beberapa kali juga bertemu dengan Presiden PKS Shohibul Iman dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Di level wilayah, Sudirman juga beberapa kali bertemu dengan pengurus ketiga partai itu.

Namun pertemuan dua pekan belakangan menunjukkan kemajuan penting dalam proses pencalonan dirinya sebagai kandidat Gubernur Jateng. Ketiganya makin memberikan kesempatan bagi Sudirman menggunakan struktur partai untuk mensosialisasikan dirinya.

Meski nyala lampu hijau makin benderang dari Gerindra, PKS, dan PAN, Sudirman tak mau buru-buru memastikan tiket Pilgub Jateng akan masuk sakunya.  “Biarkan berproses dulu. Masing-masing partai memiliki mekanismenya sendiri. Saya meyakini, para pimpinan partai akan memilih calon yang terbaik untuk memimpin Jateng. Dan itu bisa siapa saja. Bisa saya atau yang lain,” ujar Sudirman merendah.(har/aro)