SERIUS: Sejumlah pelajar memperhatikan foto-foto yang dipamerkan dalam kegiatan pameran foto bersejarah di Pendopo Pengayoman, kemarin (WONG AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU).
SERIUS: Sejumlah pelajar memperhatikan foto-foto yang dipamerkan dalam kegiatan pameran foto bersejarah di Pendopo Pengayoman, kemarin (WONG AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU).

TEMANGGUNG—Ratusan foto yang memotret benda dan situs bersejarah di berbagai kecamatan di Kabupaten Temanggung dipamerkan selama enam hari. Tepatnya, mulai 2-7 Oktober 2017 di Pendopo Pengayoman. Foto-foto tersebut hasil eksplorasi para pelajar SMP dan SMA/SMK/MA se-Kabupaten Temanggung beserta Dewan Guru dalam kegiatan lawatan yang dilaksanakan pada 26 Agustus silam.

Ketua Panitia Pameran, Hendro Martono menuturkan, pada 26 Agustus 2017 lalu, ia bersama para pelajar dan guru melaksanakan kegiatan lawatan. Sasarannya, benda-benda dan situs-situs bersejarah di Temanggung. “Kegiatan diikuti 300 peserta. Kita bagi menjadi dua kloter. Foto-foto mereka, kita pajang di sini (Pendopo, red),” ucap Hendro, kemarin.

Hendro membeber, foto-foto yang dipajang di antaranya; Situs Sumur Blandung di Desa Tegowanuh, Kecamatan Kaloran; Situs Gumuk Candi di Desa Bagusan, Kecamatan Parakan; Batu Gambar Wayang di Desa Gondosuli, Kecamatan Bulu.

Foto lainnya, Lumpang Batu, Prasasti Mantyasih, Watu Tledek, Sarkofagus atau kubur batu, lingga, dan yoni, arca candi, kamuncak candi, batu ambang, banaspati (kala), Situs Liyangan, Candi Pringapus, serta Umbul Jumprit. “Beberapa foto yang kita pajang ini, dapat dilihat secara gratis oleh masyarakat Temanggung.” Hendro berharap, melalui pameran, pelajar di Temanggung semakin sadar dan mencintai pentingnya sejarah. Sebab, benda-benda bersejarah itu hasil karya sekaligus peninggalan masyarakat di masa lampau.

Hendro yang juga seorang peneliti menjelaskan, ada satu temuan artefak kuno yang cukup menarik. Yakni, Prasasti Rukam di Desa Petarangan, Kecamatan Kledung. Prasasti itu menulis ada sebuah desa yang hilang akibat letusan gunung. Kata dia, banyak peneliti yang menghubung-hubungkannya dengan Situs Liyangan di Kecamatan Ngadirejo.

Namun, melihat Desa Petarangan yang berlokasi di kaki gunung Sumbing, persepsi tersebut meragukan. Sebab, Situs Liyangan berada di bawah gunung Sindoro. Artinya, masih ada sebuah misteri di mana ada desa yang terpendam. “Dari 20 kecamatan di Kabupaten Temanggung, sejauh ini ada 18 wilayah yang menjadi kantong persebaran temuan artefak. Dua kecamatan, yakni Bejen dan Wonoboyo, belum ada temuan benda peninggalan zaman kuno,” pungkas penulis buku Penelusuran Sejarah Kuno di Temanggung. (san/isk)