Murah dan Efektif, Batang Tertarik BCC

262
SERBA ONLINE : Rombongan Komisi A DPRD Kabupaten Batang saat mengunjungi ruang BCC yang bisa memantau seluruh kegiatan pemerintahan Binjai secara online (LUTFI HANAFI /JAWA POS RADAR SEMARANG).
SERBA ONLINE : Rombongan Komisi A DPRD Kabupaten Batang saat mengunjungi ruang BCC yang bisa memantau seluruh kegiatan pemerintahan Binjai secara online (LUTFI HANAFI /JAWA POS RADAR SEMARANG).

BINJAI-Semula Komisi A DPRD Kabupaten Batang, hendak studi tentang keunggulan dalam mengelola perizinan di Pemerintah Kota (Pemkot) Binjai Provinsi Sumatera Utara. Ternyata rombongan tertarik dengan berbagai layanan berbasis informasi dan telnologi (IT). Salah satu yang unggul adalah Binjai Comment Center (BCC), Selasa (3/9) kemarin.

Anggota Komisi A yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Batang, Nur Untung Slamet, diterima oleh Sekda Binjai, Mahfullah Daulay, di ruang rapat Pemkot Binjai. Sekda Binjai mengatakan, layanan berbasis IT telah menjadi kebutuhan untuk memudahkan layanan kepada masyarakat. “Kami memiliki banyak layanan berbasis IT. Bahkan hampir semua layanan sudah berbasis elektronik, untuk memudahkan pelayanan dan memantaunya, termasuk masalah perizinan yang sudah online,” ucapnya.

Bahkan, kata Sekda Mahfullah, baru pertama ada daerah setingkat kota/kabupaten di Indonesia yang punya Comment Center, seperti di Binjai.

Tentunya, ini menjadi kebanggaan, meski Surabaya dan Bandung juga berbasis IT. Apalagi biaya pembuatannya lebih murah, jauh sekali dengan biaya di daerah lain yang sejenis. “Untuk membuat seperti ini, di daerah lain bisa menghabiskan dana hampir Rp 20 miliar, sedangkan kami cukup Rp 3 miliar saja,” seru Sekda Binjai.

Kenapa bisa lebih murah, menurutnya, Pemkot Binjai bekerjasama dengan Politeknik Sumatera Utara. Sedangkan pengadaan semua peralatan dilakukan sendiri dan bisa dibuat hanya 2 bulan. ” IT kami kerja sama dengan akademisi lokal, sekaligus memberikan pelatihan kepada pegawai yang sudah ada. Jadi kami tidak merekrut tenaga baru, sehingga lebih hemat,” jelasnya lebih lanjut.

Ketua Komisi A DPRD Batang, Purwanto mengaku heran dengan kemampuan Kota Binjai dalam membuat aplikasi e-Government berbiaya murah. “Kok bisa biayanya murah. Sedangkan di Surabaya biayanya sampai belasan miliar,” katanya di ruangan BCC.

Dia mengaku akan mempelajari proses pembuatan e-Government milik Pemkot Binjai dan menginformasikan manfaat adanya aplikasi berbasis pelayanan masyarakat tersebut kepada Bupati Batang Wihaji. “Hal ini senada dengan Batang, yang kini masih dalam tahap membangun Smart Village. Walaupun kami ketinggalan jauh dengan Binjai, namun kami akan belajar banyak,” jelasnya. (han/adv/ida)