Kotak Suara Diungsikan ke Pemkab

Warga Protes Hasil Pilkades Desa Kebonbatur

282
AMANKAN KOTAK SUARA : Petugas mengamankan kotak suara yang disegel dan diungsikan ke Pemkab Demak, kemarin (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
AMANKAN KOTAK SUARA : Petugas mengamankan kotak suara yang disegel dan diungsikan ke Pemkab Demak, kemarin (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

DEMAK-Hasil pemilihan kepala desa (Pilkades) Kebonbatur, Kecamatan Mranggen menyisakan masalah. Sebagian warga pendukung salah satu calon kepala desa (Cakades) melakukan protes tidak puas dengan hasil pemilihan tersebut.

Tak hanya itu, tim sukses cakades juga meminta agar daftar hadir pemilih dibuka kembali. Ini untuk mengetahui dugaan kecurangan lantaran diduga ada pemilih ganda. Bahkan, mereka juga meminta panitia Pilkades memindahkan kotak suara yang ada di balai desa setempat untuk diungsikan ke Pemkab Demak.

Protes ini memicu ketegangan di antara masyarakat yang berbeda dukungan. Untuk menetralisir hal hal yang tidak diinginkan, aparat kepolisian dari Polres Demak langsung mengamankan sebanyak 22 kotak suara yang berisi surat suara. Sesampainya di kabupaten, kotak kotak suara tersebut disertai berita acara kemudian diterima pegawai Bagian Tata Pemerintahan Umum. Kotak kotak ini diberi tambahan segel untuk keamanan surat suara tersebut.

DEMI KEAMANAN : Penandatanganan berita acara penyerahan kotak suara (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
DEMI KEAMANAN : Penandatanganan berita acara penyerahan kotak suara (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

Ketua Panitia Pilkades Kebonbatur, Suprihono Setyawan mengatakan bahwa diungsikannya kotak suara dari balai desa ke Pemkab Demak tersebut demi menjaga keamanan. “Kalau disimpan di balai desa tidak memungkinkan,” katanya.

Menurutnya, protes muncul ketika sebagian warga tidak puas dengan hasil Pilkades. Dari dua cakades yang bersaing dalam Pilkades ini, cakades nomor urut 1 Muhamad Fauzi meraih 4671 suara. Sedangkan, cakades nomor urut 2, Abdullah Fatoni mendapat 4.285 suara. Sedangkan, warga yang tidak menggunakan hak pilihnya tercatat ada 2.474 suara. Untuk DPT sendiri ada 11.508 suara. “Semula, saksi cakades nomor urut 2 tidak mau menandatangani serta adanya warga yang protes dengan dugaan pemilih ganda,” ujarnya.

Daftar pemilih ganda dimungkinkan lantaran salah memasukkan data. Meski demikian, pihaknya menjamin tidak ada warga yang memilih dua kali.

“Untuk daftar hadir tidak bisa dibuka karena sudah masuk kotak suara, kecuali ada keputusan lembaga hukum,” tandasnya.

Tim sukses cakades nomur urut 2, Muhamad Hakim mengatakan bahwa pihaknya kecewa dengan sikap panitia yang tidak tegas, utamanya dalam memproses laporan masyarakat. Bahkan, pihaknya sudah protes sebelum ada pemungutan suara. “Kami sudah protes dugaan pemilih ganda ini. Namun, tidak ditanggapi serius,” ujarnya didampingi warga lainnya.

Pihaknya menginginkan adanya transparansi terkait surat suara dan daftar hadir pemilih. Sebab, disinyalir ada gembok kotak suara yang rusak sehingga menimbulkan kecurigaan.

Kapolres Demak AKBP Sonny Irawan melalui Kabagops Kompol Sutomo mengatakan bahwa sebelumnya para tim sukses cakades nomor urut 2 menemui panitia Pilkades untuk meminta kejelasan tentang dugaan kecurangan terkait DPT fiktif dan warga yang diduga tidak dapat hak pilihnya. “Tapi, tim sukses merasa tidak mendapat tanggapan dari panitia. Karena itu, mereka protes,” jelasnya.

Menurutnya, pemindahan kotak suara dengan truk dari Balai Desa Kebonbatur ke kabupaten sebagai jalan tengah untuk meredam massa dan agar tidak terjadi aksi anarkis. (hib/ida)