Jalur Trayek Dirombak

406
TATA TRAYEK : Kasi Angkutan Dishub Joko Sunarto mematangkan rancangan perubahan trayek bersama stafnya, kemarin (HERMAS PURWADI/RADAR SLAWI).
TATA TRAYEK : Kasi Angkutan Dishub Joko Sunarto mematangkan rancangan perubahan trayek bersama stafnya, kemarin (HERMAS PURWADI/RADAR SLAWI).

SLAWI-Menjelang pengoperasian Terminal Dukuhsalam akhir tahun 2017, Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tegal berencana merombak total jalur trayek angkutan pedesaan (angkudes) yang melintasi jantung kota. Dalam perubahan tersebut, trayek yang melintasi Slawi diwajibkan untuk memasuki area Terminal Dukuhsalam.

Kepala Dishub Kabupaten Tegal Abdul Honi melalui Kasi Angkutan Joko Sunarto menyatakan, dari hasil investigasi lapangan, ada 8 trayek angkutan yang nantinya wajib memasuki area Terminal Dukuhsalam.

“Trayek angkudes tersebut adalah Slawi tujuan Cerih, Slawi tujuan Guci, Slawi tujuan Jatinegara, Slawi tujuan Kemantran, Dermasuci tujuan Lebaksiu, Banjaran tujuan Balapulang, dan Lebaksiu tujuan Cacaban,”terangnya, Selasa (3/10). Selain itu, ada satu angkutan kota jurusan jalur lingkar Kota Slawi yang juga diwajibkan memasuki Terminal Dukuhsalam. Pihaknya mengaku butuh mensosialisasikan hal ini dengan pemilik dan pengemudi angkutan sebelum perombakan jalur dilakukan.

“Langkah sosialisasi bakal kami tempuh setelah ajuan anggaran ubahan APBD II disetujui. Upaya ini kami lakukan untuk menciptakan keramaian baru di Terminal Dukuhsalam,”jelasnya.

Langkah peninjuan ulang di lapangan diakuinya sudah sempat dilakukan dan tinggal membuat pedoman agar angkudes wajib melintas Terminal Dukuhsalam.

Dia juga menyatakan, upaya penyempurnaan fasilitas di terminal juga sudah dianggarkan dalam ubahan APBD II tahun ini. Perbaikan dan penyempurnaan terminal sudah dirumuskan terkait pengadaan kios, ruang tunggu penumpang, hidran air, sanitasi , dan pengaspalan jalur kedatangan angkutan.

Direncanakan pascapengaktifan Terminal Dukuhsalam, kantor dishub akan pindah sementara menempati eks kantor Balai Kehutanan hingga pemkab mampu mewujudkan kantor baru di area Saperta tahun 2019.

“Untuk operasional sebuah terminal sesuai aturan permenhub mengharuskan adanya jalur kedatangan, jalur pemberangkatan, rambu, tempat tunggu, marka, loket, hingga tempat parkir kendaraan,”ungkapnya.

Selebihnya, sesuai permenhub, sebuah terminal diharuskan punya fasilitas penunjang bagi penyandang cacat serta ibu hamil dan menyusui, fasilitas keamanan dengan terpasangnya CCTV, hingga fasilitas istirahat awak kendaraan. (her/ima)

Silakan beri komentar.