33 C
Semarang
Sabtu, 6 Juni 2020

Sosialisasian Media Center ke Kades dan Lurah

Another

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

KENDAL—Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kendal menyosialisasikan Media Center kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kepala desa/lurah se-Kabupaten Kendal. Hal itu untuk menyelaraskan pengaduan publik agar bisa segera mendapat respon dari pemangku kebijakan, baik di tingkat OPD maupun desa dan kelurahan.

“Ini adalah tindak lanjut dari Media Center yang sudah kami resmikan dan mulai banyaknya saran dari masyarakat yang masuk terkait pembangunan di Kendal,” kata Kepala Diskominfo Kendal Muryono, dalam sosialisasi Kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Sumberdaya Komunikasi dan Informasi, kemarin.

Pemkab Kendal telah memiliki Media Center Diskominfo Kendal yang melayani pengaduan masyarakat terkait program pembangunan di Kabupaten Kendal. Pengaduan masyarakat tersebut bisa dilayani melalui Unit Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik (UP4) lewat kanal pengaduan yang telah disediakan, yaitu App Store maupun Play Store. Yakni aplikasi Knok knok, Lapor.

Selain itu suara warga di website kendalkab.go.id, lapor di website www.lapor.go.id, Facebook Lapor Kendal dan twitter @lapor_kendal. “Diharapkan, bagi kepala desa atau lurah agar menyampaikan adanya UP4 kepada masyarakat, sehingga masyarakat bisa memanfaatkan pelayanan tersebut untuk menyampaikan pengaduan,” tuturnya.

Muryono berharap agar desa-desa memanfaatkan IT yang ada. Misalnya melalui media sosial untuk mempromosikan potensi desanya supaya banyak dikenal daerah lain. “Harapannya agar kades melakukan pemberdayaan untuk mengeksplorasi semua potensi yang ada di desanya,” harapnya.

Adrian Yuniarko salah satu pemateri berharap agar desa-desa bisa memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan potensi desanya. Pesan yang disampaikan bebas tanpa melalui gatekeeper dan pesan lebih cepat disampaikan. “Kami harus bisa memanfaatkan medsos untuk hal-hal yang positif, misalnya menawarkan produk atau berjualan secara online,” katanya.

Ketua Informasi Publik Jateng, Rahmulyo Adiwibowo mengatakan bahwa saat ini eranya keterbukaan informasi. Sesuai undang-undang, informasi harus dibuka seluas-luasnya dan tidak boleh ditutup-tutupi. Kecuali hal-hal yang bersifat rahasia. “Adanya UU Keterbukaan Publik, maka masyarakat berhak mengetahui informasi, sehingga instansi tidak lagi tertutup bagi masyarakat yang ingin mengetahui,” jelasnya. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga terus ingat satu nasihat dari...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen sampai presiden. T.M. BAYUAJI-K. ULUM, BAYU...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat dirilis. Menurut para sahabat, yang...

More Articles Like This

Must Read

3.675 Orang Gugat Cerai

RADARSEMARANG.COM, SLAWI - Memasuki akhir tahun 2017, angka perkara gugatan cerai yang masuk di Pengadilan Agama (PA) Slawi kelas I B meningkat, dibanding tahun...

Kenang Kartini dengan Berkreasi Nyata

WONOSOBO - Tim Penggerak PKK Kelurahan Kalikajar memiliki cara tersendiri untuk memeriahkan peringatan Hari Kartini. Tak sekadar mengenang dengan kegiatan seremonial, para kader memilih...

Tanggul Sungai Ambles

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Kondisi tanggul Sungai Wulan di wilayah Kecamatan Mijen mulai retak dan amblas. Tanggul kritis tersebut berada di Desa Pecuk, Mijen, Jleper,...

SMP Domenico Savio Banyak Prestasi

SEMARANG- Sepanjang tahun 2017  SMP PL Domenico Savio Semarang telah menorehkan  sejumlah prestasi baik di dalam negeri maupun luar negeri. Baru-baru ini salah satu...

266 Santri Hidayatussyubban Diwisuda

SEMARANG – Pondok Pesantren Hidayatussyubban, Karangroto, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Sabtu (13/5) malam mewisuda 266 orang santri. Mereka terdiri atas 32 santri Taman Kanak-kanak (TK), 24...

Penipu Kencan Gay Diancam 9 Tahun

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Nekat melakukan pemerasan dan pengancaman terhadap Rendy Fajar Nurrahman, tiga terdakwa, Tanti Sri Wahyuningsih, Susanto bin Samsuri dan Novi Raharjo, melalui modus membuka...