Sembilan Orang Diciduk Satpol PP

346
TERJARING PETUGAS : Beberapa perempuan dan laki-laki yang terjaring razia dibawa petugas Satpol PP Kota Tegal, Senin (2/10) kemarin (K ANAM SYAHMADANI/RADAR TEGAL).
TERJARING PETUGAS : Beberapa perempuan dan laki-laki yang terjaring razia dibawa petugas Satpol PP Kota Tegal, Senin (2/10) kemarin (K ANAM SYAHMADANI/RADAR TEGAL).

TEGAL-Sembilan orang terdiri atas lima perempuan dan empat laki-laki diciduk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tegal dalam razia gabungan bersama Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) yang diadakan ke sejumlah rumah kos, Senin (2/10) kemarin. Rumah kos yang dirazia antara lain berlokasi di Jalan Panggung Baru, Jalan Puter, Jalan KS Tubun, dan Jalan Kapten Sudibyo.

Sembilan orang tersebut diciduk karena melanggar peraturan. Tiga pasang bukan suami istri kedapatan berada dalam satu kamar. Dalam satu kamar itu, bahkan ditemukan satu perempuan bersama dua laki-laki. Mereka tidak bisa menunjukkan surat nikah. Satpol PP juga menggiring beberapa perempuan serta siswi salah satu SMK di Kabupaten Tegal yang tidak membawa kartu identitas apapun.

Saat ditanya petugas, siswi berseragam tersebut mengaku sedang menunggui rumah kos milik temannya yang bersekolah di wilayah Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal. Padahal, saat razia dilakukan masih jam pelajaran. Karena pelanggaran tersebut, mereka dibawa dengan menggunakan mobil petugas ke kantor Satpol PP di Jalan Ki Gede Sebayu.

Kepala Satpol PP Joko Sukur Badarudin melalui Kepala Bidang Penegakan Perundang-Undangan Heri Kurniawan menyampaikan, razia ini menindaklanjuti adanya laporan masyarakat. “Razia ini diadakan untuk menciptakan kondisi ketenteraman dan ketertiban,” kata Heri, di Kantor Satpol PP yang berada di kawasan Balai Kota Tegal.

Heri menyampaikan, razia ini melibatkan Bakeuda karena terkait pajak rumah kos yang diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2011 Tentang Pajak Daerah. Sesuai Perda, rumah kos yang memiliki lebih dari sepuluh kamar dikenakan pajak. Sementara itu, di Kantor Satpol PP sembilan orang tersebut mendapatkan pembinaan.

Mereka menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi. Pihak keluarga juga dihubungi untuk melakukan penjemputan sekaligus diberi pemberitahuan. Apabila di kemudian hari melakukan pelanggaran sama, akan dikenakan sanksi yang lebih tegas. “Kami juga mengimbau agar rumah kos yang memiliki lebih dari sepuluh kamar untuk taat membayar pajak,” ujar Heri. (nam/jpg/ida)