SEMOGA MABRUR: Wakil Wali Kota Salatiga Muh Haris saat menyambut kedatangan jamaah haji kloter 75 di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Sabtu (30/9) (IST).
SEMOGA MABRUR: Wakil Wali Kota Salatiga Muh Haris saat menyambut kedatangan jamaah haji kloter 75 di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Sabtu (30/9) (IST).

SALATIGA – Satu dari 213 jamaah haji Kota Salatiga pada tahun 1438 H/2017 meninggal dunia di tanah suci. Sementara itu, satu orang jemaah haji juga terpaksa dipulangkan terlebih dahulu ke tanah air karena sakit.

Jamaah haji yang meninggal di tanah suci atas nama Suminah Joyo Karman, beralamat di Macanan, Sidorejo Kidul, Kecamatan Tingkir. Sedangkan jamaah yang sakit dan telah kembali ke tanah air terlebih dahulu adalah Watini Abdul Samad, warga Grogol RT 1/VII. Keduanya berada dalam kloter 74.

Jamaah haji Kota Salatiga terbagi dalam dua kloter yaitu kloter 74 sebanyak 93 jamaah dan kloter 75 sebanyak 120 jamaah. “Kloter 74 tiba di Embarkasi hari Jumat (29/9) pukul 22.00. Sedangkan kloter 75 tiba di Embarkasi hari Sabtu (30/9) pukul 05.00,” kata Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Salatiga, M. Soleh Mubin saat menjemput jamaah haji asal Kota Salatiga di Embarkasi Haji Donohudan Boyolali, Sabtu (30/9).

Setelah sampai di Asrama Haji Donohudan, jamaah haji diserahkan oleh Wakabid Penerimaan & Pemberangkatan Haji Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo, Imam Khoiri kepada Pemkot Salatiga. Kloter 74 diterima oleh Plt Sekretaris Daerah Kota Salatiga, Susanto, sedangkan kloter 75 diterima oleh Wakil Wali Kota Salatiga, Muh Haris.

Dalam sambutannya Haris menyampaikan terimakasih kepada PPIH Embarkasi Solo karena telah memberikan pelayanan yang baik kepada jamaah haji. “Kepada para jamaah, silakan bergabung dengan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Salatiga, karena IPHI mempunyai komitmen untuk menjaga kemabruran jamaah haji,” pesan Haris. (sas/ton)