Ratusan Hewan Piaraan Kena Virus

442
DIPERIKSA : drH Yuli Istiani memeriksa seekor anjing pudel yang tengah sakit karena terkena virus (AGUS WIBOWO/RADAR TEGAL/JPG).
DIPERIKSA : drH Yuli Istiani memeriksa seekor anjing pudel yang tengah sakit karena terkena virus (AGUS WIBOWO/RADAR TEGAL/JPG).

TEGAL – Hati-hati bagi yang memiliki hewan piaran berupa kucing atau anjing. Sebab, dalam sebulan ini, sebanyak 138 hewan piaran tersebut terkena virus yang mengancam kehidupan hewan itu sendiri.

Dokter Hewan (drh) Yuli Istianti mengatakan bahwa pergantian musim dari kemarau ke penghujan mempengaruhi kesehatan hewan. Saat ini ada virus yang menyerang kucing. ”Virus yang saat ini banyak menyerang kucing yakni virus panleuko. Gejalanya, muntah, diare yang bercampur darah dan bau anyir,” terang drH Yuli Istianti saat ditemui wartawan koran ini, Senin (2/10) kemarin.

Menurut dia, selain memunculkan gejala itu, kucing juga menjadi lemas. Bahkan, kucing yang terkena virus tersebut, pada saat pagi hari aktif, tapi sore hari bisa jadi mati. ”Virus panleuke ini menyebar sejak dua bulan ini. Untuk pengobatannya hanya dilakukan vaksinasi jenis fellosel 3 dan fellosel 4,” jelas istri anggota Intel Mapolres Tegal Kota.

Di ruang praktiknya di Jalan Brigjen Katamso Tegalsari, anggota Bhayangkari Polres Tegal Kota ini menambahkan bahwa penyakit sama juga dialami oleh hewan berjenis anjing. Berbeda dengan kucing, virus yang menyerang anjing berjenis parvo dan dispemper. ”Gejalanya juga sama dengan yang dialami kucing. Jika hewan itu masih berusia dua bulan serta belum pernah divaksinasi, maka bisa langsung mati. Sementara untuk vaksinasi anjing yakni vaksin VP 5/L,” ulas Isti.

Dia menambahkan, pada September lalu, pihaknya telah melakukan vaksinasi kucing dan anjing sebanyak 55 ekor. Sementara yang terjangkit virus berjumlah 138 ekor. ”Ya, virus ini endemiknya bisa sampai satu tahun. Jadi kalau sudah pernah terjangkit, bisa jadi pada saat kondisi hewan tersebut drop, penyakit bisa muncul kembali. Karena itu, diupayakan hewan juga sering divaksin,” jelasnya. (gus/fat/jpg/ida)