Pengembangan Kampung Batik Terus Digenjot

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

SEMARANG – Pemkot Semarang terus berupaya menghidupkan sektor usaha kecil menengah (UKM). Komitmen tersebut dibuktikan dengan meningkatkan potensi di setiap kampung atau kelurahan. Termasuk Kampung Batik yang terletak di Kelurahan Rejomulyo.

Pemkot juga mendorong sejumlah perusahaan atau instansi turut membantu pengembangan UKM melalui program corporate social responsibility (CSR). Seperti PT PLN dan Politeknik Negeri Semarang (Polines), yang telah memberikan pelatihan sertifikasi hingga pengolahan limbah batik, Senin (10/2).

Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, paska ditetapkan menjadi kampung tematik, Kampung Batik terus mengalami perubahan dan berkembang sangat luar biasa. Menurut Ita, sapaan akrabnya, kepedulian dari PLN dan Polines untuk mengangkat Kampung Batik patut diapresiasi.

“PLN dan Polines memberikan pelatihan berupa sertifikasi untuk pengrajin batik, alat pengolahan limbah dan lainnya untuk mengangkat Kampung Batik. Kita harus apresiasi pihak-pihak yang ikut membangun Kota Semarang,” katanya usai menghadiri acara CSR PLN dan Polines di Kampung Batik, Senin (2/10) petang.

Manajer PT. PLN (persero) APD Jawa Tengah &  Yogyakarta, Moses Allo mengatakan, program bina lingkungan tersebut rencananya akan dilaksakan dalam tiga tahap selama tiga tahun kedepan. Pada tahap pertama diberikan alat-alat pelatihan batik, alat peraga edukasi untuk PAUD, sertifikasi personel kepada perajin batik, penyediaan sarana dan prasarana pelantikan membatik dan pengembangan wisata kampung jadul. “Melalui program ini, kami ingin mengembangkan Kampung Batik Semarang menjadi destinasi wisata,” katanya.

Pada tahap pertama ini, PLN mengeluarkan dana sekitar Rp 135 juta. Untuk sertifikasi total ada 10 pengrajin batik yang mendapatkan sertifikasi dari lembaga sertifikasi profesi (LSP). (den/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -