33 C
Semarang
Rabu, 3 Juni 2020

Kritik Perbedaan Perlakuan Pasien BPJS

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

SEMARANG – DPRD Jateng mendukung penuh upaya masyarakat untuk menuntut perbaikan layanan kesehatan. Sebab, diakui atau tidak pelayanan kesehatan sampai sekarang masih menyisakan berbagai problem. Terutama pelayanan yang menggunakan asuransi BPJS.

Dukungan itu dikatakan Wakil Ketua DPRD Jateng Ahmadi saat menemui perwakilan anggota Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jateng di kantor DPRD Jateng, kemarin. “Tidak dipungkiri masih banyak masyarakat tidak terlayani oleh BPJS. Banyak keluhan masyarakat yang kami terima mulai dari keterbatasan kamar rawat inap pasien BPJS sampai pelayanan yang belum standar. Karena itu kami mendukung upaya tersebut,” katanya.

Ia menambahkan, sekarang masih banyak perusahaan yang belum mendaftarkan karyawannya. Padahal, sesuai amanat undang-undang, perusahaan wajib memasukkan karyawannya pada BPJS. Sudah saatnya pelayanan BPJS dikritisi kembali. Ia berharap masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai. “Kami akan terus mendorong perusahaan agar menjalankan amanah tersebut. Di Jateng Pemprov juga harus aktif agar pelayanan kesehatan lebih bagus,” tambahnya.

Tuntutan perbaikan layanan kesehatan dilakukan dengan melakukan aksi long march Surabaya-Jakarta. Anggota KSPI Pusat Ade Kenzo telah menjalani aksi jalan kaki sendirian dimulai dari Surabaya pada 2 September lalu. Ditargetkan tiga pekan lagi dia tiba di Istana Merdeka untuk menyuarakan tuntutan itu.

Ketua KSPI Jateng, Aulia Hakim  mengatakan, setidaknya ada 19 tuntutan yang dibawa Ade Kenzo untuk bisa didengarkan Presiden Joko Widodo. Tuntutan dilakukan mengingat kondisi di masyarakat yang memang sangat memprihatinkan terkait dengan pelayanan kesehatan. “Kami turut meminta dukungan masing-masing anggota DPRD. Dengan demikian tuntutan kami menjadi kuat, dan benar-benar menjadi keluhan yang harus segera dibenahi,” tambahnya.

Dari tuntutan yang akan disuarakan kepada Presiden, diantaranya seperti masih ada batasan kuota kamar rawat inap pasien BPJS dan perbedaan antara kamar rawat inap BPJS dan pasien umum. “Pasien BPJS untuk bisa mendapatkan kamar inap harus menunggu lama. Kondisi itu berbeda dengan perlakuan dengan pasien umum yang begitu cepat mendapatkan penindakan,” kata Aulia. (fth/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

PSIS v Persebaya Laga Penuh Gengsi

SEMARANG - Laga penuh gengsi bakal tersaji di Stadion Jatidiri, Semarang, Minggu (12/3) sore ini, di mana dua tim sarat sejarah, yakni PSIS Semarang...

Sopir Bus Rosalia Indah Langgar Batas Kecepatan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Aparat Satlantas Polrestabes Semarang terus berupaya mengungkap penyebab kecelakaan beruntun antara bus PO Rosalia Indah dengan belasan kendaraan lain di ruas tol...

Habiskan 1.884 Botol Bekas Air Mineral

SEMARANG – Lazimnya, Pohon Natal terdiri dari pohon cemara atau imitasinya. Namun, belakangan semakin banyak kreasi Pohon Natal dari berbagai material. Salah satunya Pohon...

Tampil Beda Tanpa Kesampingkan Fungsi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Mempercantik mobil tentu sah-sah saja. Tujuannya agar tampil beda dibandingkan mobil lainnya. Apalagi khusus mobil yang banyak ada di pasaran, tampil...

Guru-Dosen Didorong Tingkatkan Minat Baca

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Peran guru dan dosen cukup krusial dalam meningkatkan minat baca. Para pendidik diharapkan aktif memberi tugas siswa menulis artikel dengan referensi...

Pilgub Jateng Tenang, Tapi Menghanyutkan

RADARSEMARANG.COM - Gaung Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018 selama ini terasa senyap, seolah tak ada gaungnya, ternyata bisa berjalan lancar dan aman. Masyarakat memiliki...