SALATIGA – Kabar mengejutkan muncul dalam internal DPC Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kota Salatiga. Pasalnya, posisi ketua DPC yang sebelumnya dijabat Diah Sunarsasi mendadak digantikan oleh Yuliyanto, yang saat ini menjabat sebagai wali kota Salatiga.

Pergantian itu tertuang dalam SK DPP 07-0124/Kpts/DPP-Gerindra/2017 tertanggal 24 Juli 2017. Dalam SK itu diterangkan bahwa SK 04-0076/Kpts/DPP-Gerindra/2013 tertanggal 9 April 2013 tentang susunan personalia DPC Partai Gerindra tidak berlaku lagi. Artinya, kepengurusan lama yang diketuai Diah Sunarsasi sudah digantikan dengan kepengurusan yang tertuang dalam SK yang baru.

“Saya tidak tahu menahu dan baru dengar kemarin dan saya juga langsung menemui Mas Yuliyanto. Saya legowo dan dalam politik semua bisa saja terjadi. Monggo dan semua pasti sudah dipertimbangkan oleh DPP,” jelas Diah saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (2/10) siang.

Diah mengaku selalu menaati partai dan berusaha memberikan yang terbaik. Sejak diberikan amanah untuk memimpin partai, ia berusaha maksimal dan akhirnya memperoleh empat kursi DPRD Kota Salatiga dari sebelumnya yang tidak punya wakil.

“Saya juga sudah menyiapkan susunan PAC. Semua akan saya serahkan ke ketua yang baru, apakah akan diakomodasi atau tidak, monggo, itu kebijakan ketua yang baru,” jelas perempuan yang pernah menjabat wakil wali kota Salatiga itu.

Dalam susunan kepengurusan baru yang diterima wartawan, tak ada nama Diah di jabatan ketua, wakil ketua, sekretaris, wakil sekretaris, bendahara dan wakil bendahara. Dari empat wakil Gerindra di DPRD, hanya ada dua nama yakni Riawan Woro dan Supriyadi Fatkhi. Selain Diah Sunarsasi, nama dr Suryaningsih juga tidak ada. Di susunan pengurus itu ada beberapa nama dengan latar belakang pengusaha, kontraktor hingga awak media.

Terpisah, Yuliyanto saat dikonfirmasi melalui telepon pribadinya hanya membenarkan adanya SK pengangkatan dirinya sebagai ketua DPC partai Gerindra. “Iya, SK baru saya terima kemarin,” jelas Yuliyanto. (sas/ton)