BANTUAN : Bupati Semarang Mundjirin saat mendampingi Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto dalam serah terima bantuan traktor tangan di kantor Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang, kemarin (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
BANTUAN : Bupati Semarang Mundjirin saat mendampingi Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto dalam serah terima bantuan traktor tangan di kantor Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang, kemarin (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

UNGARAN–Dari ribuan kelompok tani di Kabupaten Semarang, baru separuhnya yang memiliki fasilitas traktor. Sedangkan APBD Kabupaten Semarang, belum bisa memenuhi. Karena itu, wakil rakyat di lembaga DPR RI diminta ikut membantu memenuhi kebutuhan fasilitas para petani tersebut.

“Jumlahnya padahal ada 1700 kelompok tani, kesemuanya belum memiliki traktor. Kami menghimbau wakil rakyat supaya menyumbangkan aspirasinya kesini,” ujar Bupati Mundjirin saat mendampingi Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto dalam serah terima bantuan traktor tangan di kantor Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang, Senin (2/10) kemarin. Dalam kesempatan tersebut diserahkan bantuan 15 unit traktor tangan dan lima pompa air.

Data Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan, dari 95 ribu hektare tanah di Kabupaten Semarang, 23 ribu hektare berupa tanah sawah, hanya 16 ribu hektare yang beririgasi. “Sisanya yaitu 7 ribu hektare tidak termasuk, karena berada di daerah kering. Karena itu, sumbangan berupa pompa air sangat membantu,” tuturnya.

Saat ini, Kabupaten Semarang ditarget oleh Kementerian Pertanian dapat memproduksi 228 ribu ton gabah kering giling. Namun, karena minimnya fasilitas penunjang pertanian, di akhir 2017 ini Kabupaten Semarang baru mampu memproduksi 170 ribu ton gabah kering giling. “Masih kurang banyak, semoga melalui bantuan dapat menutup target,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto mengatakan bantuan 15 traktor dan 5 pompa air tersebut berasal dari Kementerian Pertanian. “Ini merupakan aspirasi dari dewan, karena saya dulu naiknya dari dapil sini. Sehingga saya mengajukan proposal, supaya gapoktan di Kabupaten Semarang mendapatkannya,” katanya.

Bantaun tersebut, lanjutnya, merupakan kali ketiga diberikan kepada kelompok tani di Kabupaten Semarang. “Ini sudah yang ketiga untuk traktor saja. Kalau yang lain sudah banyak, mulai dari revitalisasi pasar tradisional maupun pemberian gabah,” katanya.

Terkait dengan bantuan pompa air, anggota dewan kelahiran Desa Klepu Kecamatan Pringapus tersebut mengaku hendak disesuaikan karena kondisi Kabupaten Semarang. “Kami selalu bekerjasama dengan bupati supaya ada transparansi dan saling penguatan,” katanya.

Apabila trator bantuaan tersebut rusak, lanjutnya, kelompok tani dapat melaporkan hal itu ke penyuluh pertanian setempat. “Yang penting traktor ini dirawat dan dipergunakan secara maksimal,” ujarnya. (ewb/ida)