Keliling Semarang dengan Bus Rp 3,5 M

BUS WISATA: Bus tingkat siap membawa para wisatawan muter-muter Kota Semarang. (kanan) Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Wawali Hevearita Gunaryanti Rahayu saat mencoba bus, kemarin (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
BUS WISATA: Bus tingkat siap membawa para wisatawan muter-muter Kota Semarang. (kanan) Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Wawali Hevearita Gunaryanti Rahayu saat mencoba bus, kemarin (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG- Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi resmi meluncurkan bus wisata tingkat yang bakal menjadi andalan di Kota Semarang. Saat ini telah siap dioperasionalkan sebuah bus tingkat atau double decker berteknologi lebih canggih.  Bus yang dirakit di karoseri Nusantara Gemilang Kudus ini  menggunakan mesin scania jenis matic, dan chasis scania tipe K310.

Bus memiliki tinggi normal 4,2 meter, panjang 13,5 meter, dan lebar 2,5 meter. Bodi bus terbuat dari aluminium, sehingga berat total lebih ringan dibandingkan bodi dari pelat biasa. Dilengkapi berbagai peralatan teknologi digital, termasuk hidrolik untuk menyesuaikan kebutuhan tinggi rendah bus bisa distel, aksesoris audio, AC, dan Close Circuit Television (CCTV) di ruangan lantai satu dan dua. Mampu menampung sebanyak 70 penumpang.

“Busnya nyaman, dingin, suspensinya juga empuk. Insya’Allah, menurut saya sempurna ini. Karoseri, pemilihan mesin, AC, dan lain-lain semua dalam kondisi baik. Mudah-mudahan awet lah, tinggal dipelihara oleh kawan-kawan pemkot dengan baik,” kata Hendi –sapaan akrab Hendrar Prihadi– saat me-launching bus wisata tingkat tersebut di halaman Balai Kota Semarang, Senin (2/10).

Dia berharap masyarakat Kota Semarang juga turut memelihara bus seharga Rp 3,5 miliar tersebut. “Jangan naik terus dicoret-coret. Bangkunya yang dari oscar terus disobek-sobek ya ndak boleh begitu, kita rawat bareng supaya awet,” ujarnya.

Dikatakannya, sedianya bus wisata tersebut di-launching pada September lalu. Tetapi karena banyaknya agenda yang harus terlaksana, terpaksa peluncuran bus wisata tersebut baru bisa dilakukan sekarang.

“Hari Perhubungan Nasional mestinya 17 September lalu, tapi karena banyak agenda di Kota Semarang, kami baru bisa terealisasi hari ini (kemarin). Tapi tidak ada masalah, yang penting semangatnya untuk menjalankan instruksi presiden lewat amanat Menteri Perhubungan harus diwujudkan,” katanya.

Pertama, lanjut dia, adalah memberikan pelayanan masyarakat secara prima, aman, nyaman dan selamat. Dalam hal ini adalah pelayanan transportasi masal di Kota Semarang.

Kedua, bagaimana kemudian bisa menghubungkan objek-objek vital di Kota Semarang. Dua hal itu yang akan menjadi komitmen kami. Khususnya di Dishub Kota Semarang untuk memberikan pelayanan maksimal melalui transportasi masal,” ujarnya.

Selain itu, Kota Semarang juga menggandeng sejumlah kota yang berbatasan dengan Kota Semarang dengan melakukan memorandum of understanding (MoU). MoU kali ini dengan Pemerintah Kabupaten Kendal.

“Landasannya adalah MoU dengan daerah perbatasan Semarang. Tidak hanya Kendal, tapi juga Demak, dan Kabupaten Semarang. Dengan landasan itu, kami melakukan MoU secara lebih detail. Hari ini, kerja sama dengan Kendal di bidang transportasi umum,” katanya.

Ada beberapa hal yang akan dikerjasamakan. Mulai dari penggunaan aplikasi transportasi umum hingga sistem teknologi Area Traffic Control System (ATCS) dan lain-lain. “Aplikasi, ATCS, dan lain-lain yang kami punya nanti bisa digunakan di Kendal secara gratis. Kemudian terkait jalur bus tingkat, serta BRT jalur antara Semarang-Kendal itu yang harus diwujudkan segera,” katanya.

Kerjasama serupa juga akan dilakukan dengan daerah perbatasan seperti Kabupaten Demak dan Kabupaten Semarang. “Kadishub Demak sudah meminta hal yang sama, ndak apa-apa. Jadi, prinsipnya, hari ini ada di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Antar kota dan kabupaten sudah bukan waktunya lagi berkompetisi, tapi bersinergi. Lebih baik kita berkolaborasi untuk memerkuat bangsa ini. Semarang, Kendal, Demak dan Kabupaten Semarang bisa saling berkolaborasi untuk meningkatkan hal yang bermanfaat. Sehingga hal itu bisa dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Muhammad Khadik, mengatakan, bus tingkat wisata ini nanti akan melayani rute antar destinasi wisata di Kota Semarang. Sesuai dengan tulisan di bus “Yuk Muter-Muter Semarang” untuk melihat indahnya Kota Semarang. Bus ini mulai start di Museum Mandala Bhakti Tugu Muda, Jalan Imam Bonjol, Stasiun Poncol, Stasiun Tawang, dan Kota Lama.

Sesampai di Kota Lama, berhenti kurang lebih 15 menit, kemudian melanjutkan perjalanan menuju ke Jalan Pemuda, melewati depan Balai Kota Semarang, kemudian masuk ke Jalan Pandanaran, memutar Simpang Lima, kembali ke arah Jalan Pandanaran, Jalan Dr Soetomo, Pasar Kembang Kalisari dan berhenti di Kampung Pelangi.

Setelah berhenti sebentar, bus wisata ini akan melanjutkan rute ke arah RSUP dr Kariadi, traffic light ke kanan, masuk daerah Kaligarang, Sam Poo Kong, Jalan Pamularsih, Bundaran Kalibanteng, kemudian masuk ke arah Jalan Jenderal Sudirman, Pasar Karangayu, Banjir Kanal Barat, lewat depan LP Wanita Bulu, Tugu Muda, dan kembali masuk ke Museum Mandala Bhakti.

Mengenai jam operasional, lanjut Khadik, sesuai rencana Senin hingga Jumat ada empat trip setiap harinya. “Kemudian untuk Sabtu-Minggu kemungkinan estimasi kami akan lebih banyak permintaan. Mungkin akan ditambah menjadi lima trip,” katanya.

Berdasar kapasitas, bus ini mampu memuat 70 penumpang, yakni lantai satu dan dua. “Warga bisa naik di setiap pangkalan. Di titik pertama, yakni di Museum Mandala Bhakti, kami sudah lobi dengan pengelola museum Mandala Bhakti dan Kota Lama. Mengenai persyaratan warga untuk bisa naik bus wisata, apakah dengan menunjukkan KTP atau kartu identitas masih diatur lebih lanjut. Itu persoalan teknis masih akan kami atur lebih lanjut. Yang jelas bus ini untuk melayani masyarakat secara gratis,” tandasnya. (amu/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here