33 C
Semarang
Jumat, 29 Mei 2020

Keliling Semarang dengan Bus Rp 3,5 M

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

SEMARANG- Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi resmi meluncurkan bus wisata tingkat yang bakal menjadi andalan di Kota Semarang. Saat ini telah siap dioperasionalkan sebuah bus tingkat atau double decker berteknologi lebih canggih.  Bus yang dirakit di karoseri Nusantara Gemilang Kudus ini  menggunakan mesin scania jenis matic, dan chasis scania tipe K310.

Bus memiliki tinggi normal 4,2 meter, panjang 13,5 meter, dan lebar 2,5 meter. Bodi bus terbuat dari aluminium, sehingga berat total lebih ringan dibandingkan bodi dari pelat biasa. Dilengkapi berbagai peralatan teknologi digital, termasuk hidrolik untuk menyesuaikan kebutuhan tinggi rendah bus bisa distel, aksesoris audio, AC, dan Close Circuit Television (CCTV) di ruangan lantai satu dan dua. Mampu menampung sebanyak 70 penumpang.

“Busnya nyaman, dingin, suspensinya juga empuk. Insya’Allah, menurut saya sempurna ini. Karoseri, pemilihan mesin, AC, dan lain-lain semua dalam kondisi baik. Mudah-mudahan awet lah, tinggal dipelihara oleh kawan-kawan pemkot dengan baik,” kata Hendi –sapaan akrab Hendrar Prihadi– saat me-launching bus wisata tingkat tersebut di halaman Balai Kota Semarang, Senin (2/10).

Dia berharap masyarakat Kota Semarang juga turut memelihara bus seharga Rp 3,5 miliar tersebut. “Jangan naik terus dicoret-coret. Bangkunya yang dari oscar terus disobek-sobek ya ndak boleh begitu, kita rawat bareng supaya awet,” ujarnya.

Dikatakannya, sedianya bus wisata tersebut di-launching pada September lalu. Tetapi karena banyaknya agenda yang harus terlaksana, terpaksa peluncuran bus wisata tersebut baru bisa dilakukan sekarang.

“Hari Perhubungan Nasional mestinya 17 September lalu, tapi karena banyak agenda di Kota Semarang, kami baru bisa terealisasi hari ini (kemarin). Tapi tidak ada masalah, yang penting semangatnya untuk menjalankan instruksi presiden lewat amanat Menteri Perhubungan harus diwujudkan,” katanya.

Pertama, lanjut dia, adalah memberikan pelayanan masyarakat secara prima, aman, nyaman dan selamat. Dalam hal ini adalah pelayanan transportasi masal di Kota Semarang.

Kedua, bagaimana kemudian bisa menghubungkan objek-objek vital di Kota Semarang. Dua hal itu yang akan menjadi komitmen kami. Khususnya di Dishub Kota Semarang untuk memberikan pelayanan maksimal melalui transportasi masal,” ujarnya.

Selain itu, Kota Semarang juga menggandeng sejumlah kota yang berbatasan dengan Kota Semarang dengan melakukan memorandum of understanding (MoU). MoU kali ini dengan Pemerintah Kabupaten Kendal.

“Landasannya adalah MoU dengan daerah perbatasan Semarang. Tidak hanya Kendal, tapi juga Demak, dan Kabupaten Semarang. Dengan landasan itu, kami melakukan MoU secara lebih detail. Hari ini, kerja sama dengan Kendal di bidang transportasi umum,” katanya.

Ada beberapa hal yang akan dikerjasamakan. Mulai dari penggunaan aplikasi transportasi umum hingga sistem teknologi Area Traffic Control System (ATCS) dan lain-lain. “Aplikasi, ATCS, dan lain-lain yang kami punya nanti bisa digunakan di Kendal secara gratis. Kemudian terkait jalur bus tingkat, serta BRT jalur antara Semarang-Kendal itu yang harus diwujudkan segera,” katanya.

Kerjasama serupa juga akan dilakukan dengan daerah perbatasan seperti Kabupaten Demak dan Kabupaten Semarang. “Kadishub Demak sudah meminta hal yang sama, ndak apa-apa. Jadi, prinsipnya, hari ini ada di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Antar kota dan kabupaten sudah bukan waktunya lagi berkompetisi, tapi bersinergi. Lebih baik kita berkolaborasi untuk memerkuat bangsa ini. Semarang, Kendal, Demak dan Kabupaten Semarang bisa saling berkolaborasi untuk meningkatkan hal yang bermanfaat. Sehingga hal itu bisa dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Muhammad Khadik, mengatakan, bus tingkat wisata ini nanti akan melayani rute antar destinasi wisata di Kota Semarang. Sesuai dengan tulisan di bus “Yuk Muter-Muter Semarang” untuk melihat indahnya Kota Semarang. Bus ini mulai start di Museum Mandala Bhakti Tugu Muda, Jalan Imam Bonjol, Stasiun Poncol, Stasiun Tawang, dan Kota Lama.

Sesampai di Kota Lama, berhenti kurang lebih 15 menit, kemudian melanjutkan perjalanan menuju ke Jalan Pemuda, melewati depan Balai Kota Semarang, kemudian masuk ke Jalan Pandanaran, memutar Simpang Lima, kembali ke arah Jalan Pandanaran, Jalan Dr Soetomo, Pasar Kembang Kalisari dan berhenti di Kampung Pelangi.

Setelah berhenti sebentar, bus wisata ini akan melanjutkan rute ke arah RSUP dr Kariadi, traffic light ke kanan, masuk daerah Kaligarang, Sam Poo Kong, Jalan Pamularsih, Bundaran Kalibanteng, kemudian masuk ke arah Jalan Jenderal Sudirman, Pasar Karangayu, Banjir Kanal Barat, lewat depan LP Wanita Bulu, Tugu Muda, dan kembali masuk ke Museum Mandala Bhakti.

Mengenai jam operasional, lanjut Khadik, sesuai rencana Senin hingga Jumat ada empat trip setiap harinya. “Kemudian untuk Sabtu-Minggu kemungkinan estimasi kami akan lebih banyak permintaan. Mungkin akan ditambah menjadi lima trip,” katanya.

Berdasar kapasitas, bus ini mampu memuat 70 penumpang, yakni lantai satu dan dua. “Warga bisa naik di setiap pangkalan. Di titik pertama, yakni di Museum Mandala Bhakti, kami sudah lobi dengan pengelola museum Mandala Bhakti dan Kota Lama. Mengenai persyaratan warga untuk bisa naik bus wisata, apakah dengan menunjukkan KTP atau kartu identitas masih diatur lebih lanjut. Itu persoalan teknis masih akan kami atur lebih lanjut. Yang jelas bus ini untuk melayani masyarakat secara gratis,” tandasnya. (amu/aro)

Berita sebelumyaLakoni Laga Tanpa Penonton
Berita berikutnyaKomunikasi Jadi Kunci

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Polisi Diminta Tidak Arogan

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Hujan sejak pagi hari di wilayah Kabupaten Batang, tidak membuat semangat anggota polisi di Batang Jawa Tengah untuk apel. Kapolres AKBP Edi...

Siap Beri Bantuan Hukum Gratis

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Sebanyak 34 pengurus Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Jateng periode 2018-2022 resmi dikukuhkan dan dilantik di Hotel Pandanaran Semarang, Rabu...

Kecele, Awak Angkutan Mogok Kerja

MUNGKID— Sejumlah awak angkutan kota jurusan Magelang-Muntilan, Rabu (1/11)  melakukan aksi mogok kerja. Mereka kecele dengan adanya rencana aksi mogok masal yang ternyata tidak...

Hari Ini, Pameran AITE Dibuka Gubernur

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Jateng-DIY akan menyelenggarakan pameran Amphuri Islamic Travel Expo (AITE) 2018 di Mal Paragon, 20-22...

PNS Wajib Beli Beras Petani Lokal

KAJEN – Program Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS Membeli Beras Petani Lokal, Jumat (31/3) kemarin, dilaunching oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi. Program tersebut untuk...

Isu Sweeping Plat D Terus ‘Digoreng’, PMJ: Itu Hoax

JawaPos.com - Polda Metro Jaya menyesalkan beredarnya kabar hoax anggota The Jakmania yang melakukan sweeping kendaraan plat D di Jakarta. Kabar bohong yang disebar...