Kebon Kliwon, Ajak Masyarakat Peduli Alam

1283
DIJUAL ONLINE: Bupati Magelang Zaenal Arifin S.IP bersama Komunitas Online Bibit dan Buah Kebon Kliwon memamerkan buah dan sayuran warga (ISTIMEWA).
DIJUAL ONLINE: Bupati Magelang Zaenal Arifin S.IP bersama Komunitas Online Bibit dan Buah Kebon Kliwon memamerkan buah dan sayuran warga (ISTIMEWA).

MUNGKID—Komunitas Online Bibit dan Buah Kebon Kliwon, Desa Kebonrejo, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, kemarin, menggelar Festival Kebon Kliwon. Kegiatan yang dilaksanakan secara swadaya ini, menyampaikan pesan untuk peduli alam.

Kegiatan bertema Kebon Kliwon Nyawiji Wiji ini diawali dengan prosesi kirab budaya. Warga keliling kampung sambil membawa bibit tanaman unggul, nasi tumpeng beserta ingkung, serta gunungan buah dan sayur-sayuran.

Kirab keliling kampung, diiringi kesenian tradisional dan terbangan. Setelah itu, nasi tumpeng dimakan bareng-bareng oleh warga. Bupati Magelang Zaenal Arifin S.IP menyatakan, kegiatan pameran bibit dan buah yang diselenggarakan oleh warga Dusun Kebon Kliwon, merupakan langkah konkret mengikuti perkembangan teknologi. Melalui pemasaran online hasil pembibitan, telah berdampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

“Selama ini telah cukup sukses berbisnis bibit dan buah dengan cara online. Warga kami minta tetap menjaga kepercayaan pelanggan, mengutamakan kejujuran, mengedepankan kualitas barang dan jasa yang dijual, serta terus berkreasi dan berinovasi supaya bisnis yang telah dijalankan selama ini, bisa terus berkembang,” pesan Bupati Zaenal. Bupati Zaenal mewanti-wanti warga untuk tidak melakukan bisnis dengan tidak jujur serta mengecewakan pelanggan, hanya demi keuntungan sesaat.

Adapun kirab budaya sendiri, sudah menjadi tradisi turun-temurun. Selain untuk memeriahkan Tahun Baru Islam 1439 Hijriah, kirab budaya bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, karena telah memberikan karunia berupa keselamatan dan kesejahteraan hidup masyarakat, serta rezeki melalui alam, air, buah dan tanaman. “Kirab dapat dijadikan wahana pemersatu antarwarga, sekaligus sebagai sarana pelestarian budaya yang berakar dari budaya Jawa yang adi luhung,” pungkas Bupati Zaenal Arifin. (vie/isk)