Edarkan Pil Koplo, Siap Disidang

306

SEMARANG– Remaja 17 tahun asal Mijen Semarang berinisial IAP (Imam) harus merelakan sisa hidupnya meringkuk di jeruji besi tahanan. Pria kelahiran 28 Juli 2000 ini ditangkap atas kasus dugaan peredaran pil koplo jenis Trihex. Kini, berkas perkara yang masuk kategori perlindungan anak tersebut telah dilimpahkan dari Kejari Semarang ke Pengadilan Negeri (PN) Semarang.

“Perkaranya sudah kami terima dalam klasifikasi perkara kesehatan dan terdaftar nomor 17/Pid.Sus-Anak/2017/PN Smg,” kata Panitera Muda Pidana pada PN Semarang, Noerma Soejatiningsih, Senin (2/10).

Kasus remaja lulusan SMP itu akan diperiksa oleh hakim tunggal Dewi Perwitasari didampingi Panitera Pengganti Siti Rikhanah. Warga Dukuh Sidodadi, Jatibarang, Mijen itu telah ditahan penyidik Polsek Mijen sejak 17 September 2017. Kasus tersebut terjadi pada 16 September siang lalu. IAP ditangkap di rumahnya dan telah ditahan, berawal saat digelar patroli oleh Satreskrim Polsek Mijen.

Petugas awalnya mencurigai dan menangkap Rifki Bagus Prasetyo dan Rizqi Dwi Oktavian di Jalan Kampung Dawung Kedungpane Mijen. Dari mereka ditemukan 10 bungkus plastik klip kecil berisi 10 butir tablet  kuning berlogo “mf” yang diduga obat jenis “Trihrxuphenidyl”. Dari penangkapan itu petugas mengembangkan dan kemudian menangkap IAP di rumahnya.

Petugas menemukan barang bukti 20 bungkus plastik klip kecil, masing masing berisi 10 butir tablet Trihex dan empat strip Trihex masing-masing berisi 10 butir serta uang hasil penjualan obat Rifki Bagus Rp 150 ribu.

Obat keras daftar G tersebut diedarkan IAP ke Rifki tanpa dilengkapi ijin edar dari pihak yang berwenang. Kepada petugas, IAP mengaku memperoleh obat terlarang itu dari Dani (buron).

“Tersangka IAP akan dijerat primair  Pasal 197 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Subsidair dijerat Pasal 196 UU sama,” kata penuntut umum Kejari Semarang Yustiawati dalam berkas perkaranya. (jks/aro)