33 C
Semarang
Rabu, 3 Juni 2020

Beda Warna, Cara Pelukis Sikapi Isu Nasional

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

MAGELANG–Sebanyak tujuh pelukis berbagai aliran seni yang tergabung dalam Java Talk Through Art, memamerkan hasil lukisannya di Museum BPK RI kompleks Bakorwil Kedu, Kota Magelang. Gelaran ini merupakan saluran ekspresi kegelisahan para pelukis terhadap isu nasional yang berkembang saat ini.

Salah satu pelukis asal Jakarta, Victorya Christiani Margareth, ditemui di sela-sela pameran, Senin (2/10) kemarin, mengatakan, pameran ini sebagai entitas kegalauan para seniman menyikapi isu nasional terkait G30S.

“Ada tujuh pelukis yang ikut dan mengirimkan karya untuk dipamerkan di sini (Magelang). Total ada 29 lukisan dan satu instalasi yang kami pamerkan,” ucap pelukis beraliran abstrak yang kini menetap di Kota Magelang. Victorya menjelaskan, mengusung tema Beda Warna, pameran kali ini dibuat sesuai anggota Java yang alirannya berbeda-beda. Ada yang beraliran abstrak, dekoratif, realis, juga semi ekspresif.

“Tekniknya memang macam-macam, namun disepakati bahwa media menggunakan media on paper. Pesan inilah yang ingin kami sampaikan bahwa Indonesia penuh dengan keberagaman, namun harus tetap menjunjung semangat persatuan,” kata pelukis yang sudah menghasilan ratusan karya tersebut.

Victorya mengaku senang, karena diajak oleh Java untuk ikut pameran secara umum. “Terus terang, saya baru kali ini pameran. Karena memang saya terjun di dunia lukis, merupakan sebuah pertemuan pengalaman pribadi saya. Sehingga hasil karya juga hanya sebagai koleksi pribadi, tidak diperjualbelikan,” ucap pelukis yang sudah jatuh cinta melukis sejak 2012 silam.

Pelukis lainnya asal Magelang, Ike Wulansari, menyampaikan bahwa pameran lukisan ini dilaksanakan mandiri tanpa sponsor. “Sengaja kami gelar, karena bukan mengejar materi. Tetapi untuk menunjukkan ekspresi kami para seniman lukis. Pameran kami gelar sejak tanggal 1 Oktober hingga 15 Oktober.”

Java Talk Through Art sendiri, menurut Ike, sebuah komunitas seniman dan art management. Anggotanya tanpa ada batas regional maupun negara, namun ingin berbicara banyak hal melalui seni.

Seorang pengunjung pameran, Nana Ibrahim, pegiat videogram Magelang berpendapat, pameran tersebut sangat bagus dan memberikan paparan wawasan tentang dunia lukis serta alirannya. “Kadang juga sangat sulit memaknai arti dari karya seni lukis jika tidak dijelaskan. Pameran ini memberi manfaat dan bisa memberi ‘keluasan’ pemikiran bahwa menyelami Indonesia secara utuh bisa melalui karya lukis.” (cr3/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Maling Kembali Incar Rumah Kosong

RADARSEMARANG.COM, SOLO – Baru ditinggal 10 menit pemilik rumah yang tengah beribadah shalat subuh, ternyata sebuah rumah di Jalan Bima No. 6 RT 06...

Honda Perkuat Pasar Moge

SEMARANG - Main dealer Astra Motor Jawa Tengah, kembali meluncurkan satu varian motor gede (moge) untuk memperkuat penjualan big bike Honda di Jawa Tengah....

Dinas KPKP DKI: Peredaran Telur Palsu Hoax!

JawaPos.com - Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta bersama PD Pasar Jaya telah melakukan pengecekan terhadap telur ayam yang diduga palsu....

Tanggul Jebol, 8 Desa di Sayung Kebanjiran

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Banjir di wilayah Kecamatan Sayung hingga kemarin masih merendam rumah warga. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak tercatat ada...

LIBAS Kandang Tandang

DUA kali berlaga, dua kali poin absolut diraih. Ya, PSIS mengawali kompetisi Liga 2/2017 dengan hasil positif. Setelah mempermalukan Persipur Purwodadi 2-1 dalam laga...

Truk Penambang Remuk Tertimpa Batu

MUNGKID—Kecelakaan kembali terjadi di area penambangan pasir gunung Merapi. Kali ini, truk pengangkut pasir, ringsek tertimpa dua bebatuan besar dari tebing tempat menambang. Informasi yang...