SEMARANG – Sebanyak 51 bukti diajukan dalam gugatan yang diajukan bos Kapas Selection Heryanto Tanaka melawan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana terkait penempatan dana anggota sebesar Rp 34 miliar yang tak bisa dicairkan.

Kuasa hukum Heryanto Tanaka, Andreas Hijrah Airudin mengatakan, pihaknya telah mengajukan 28 bukti, yang terdiri dari sertifikat deposan, surat-surat somasi, akta perdamaian, putusan PKPU, simpanan berjangka, cek dan putusan pidana yang dialami Handoko.

Sedangkan, kuasa hukum KSP Intidana Wahyu Rudi Indarto mengaku telah mengajukan 23 bukti. Bukti tersebut, diantaranya; legalitas Intidana, kepengurusan yang sah sekarang, bukti sudah dilalui proses PKPU, dan sebagainya.

“Menurut kami pak Tanaka harus tunduk pada PKPU, jadi mengikuti mekanisme yang sudah disepakati, apalagi kedudukan beliau di Intidana adalah kreditur konkuren. Yang jelas sudah melalui tahap homologasi, jadi tahapan gugatan ini, tidak relevan diajukan,” kata Wahyu Rudi Indarto kepada Jawa Pos Radar Semarang usai sidang di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Senin (2/10).

Dalam kasus itu, gugatan sempat dimediasi hakim mediator Dewa Ketut Kartana, namun gagal. Heryanto sebelumnya menempatkan dananya di KSP Intidana Rp 34 miliar berbentuk 15 lembar simpanan berjangka. Pada April 2015, awalnya ia akan mencairkan lima lembar simpanannya senilai Rp 13 miliar.  Atas hal itu, Intidana meminta perpanjangan waktu simpanan. Namun kembali beberapa kali hal itu terjadi dan menjadikan tertundanya pencairan dana Rp 16 miliar simpanan Heryanto. Menjamin hal itu, Intidana memberi 13  sertifikat hak miliknya di beberapa daerah ke Heryanto sebagai pengganti dana simpanan senilai Rp 16 miliar.

Namun hingga gugatan ini diajukan, KSP Intidana tak mampu mengembalikan dana Heryanto Rp 34 miliar. Akibatnya ia merasa dirugikan. Dalam gugatannya, Heryanto menuntut adanya sita jaminan atas 13 sertifikat yang dipegangnya. Pada 16 Januari lalu, Heryanto telah menggugat KSP Intidana dan mantan ketuanya, Handoko (telah dipidana dua tahun delapan bulan) dalam perkara nomor 343/Pdt.G/2016/PN.Smg. Pada 6 Maret 2017 perkaranya dicabut. Pada 17 Juni 2017 ia kembali menggugat dan terdaftar nomor 260/Pdt.G/2017/PN.Smg. Namun gugatan hanya diajukan terhadap KSP Intidana. (jks/zal)