Pengguna Jalan Diajak Nyanting

231
CANTING SPONTAN : Pejalan kaki yang melintas di depan Lawang Sewu diminta untuk mencanting pada kain yang dikenakan model (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG).
CANTING SPONTAN : Pejalan kaki yang melintas di depan Lawang Sewu diminta untuk mencanting pada kain yang dikenakan model (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG – Memeriahkan Hari Batik Nasional, Exist Modeling menggelar Canting on The Street di depan gedung Lawang Sewu, Semarang, Minggu (1/10). Setiap orang yang lewat, diminta untuk menggoreskan malam panas atau mencanting di kain putih polos yang dikenakan sejumlah model. Nantinya, hasil cantingan dari banyak orang itu akan diolah menjadi kain batik untuk kemudian dilelang.

Gelaran yang melibatkan sejumlah model cantik dari Exist Modeling dan Putri Batik 2017 itu cukup meriah. Mereka mengenakan busana putih polos untuk nantinya diberi motif oleh orang yang lewat.

Sembari menunggu ada orang yang berkenan membubuhkan motif batik di busananya, para model berlenggak-lenggok berjalan ke sana-sini seperti sedang fashion show. Mereka juga membawa 500 bendera batik untuk diberikan kepada pengendara yang lewat di depan Lawang Sewu.

Pengasuh Exist Modeling, Bayu Ramli menjelaskan, sengaja menggelar Canting on The Street untuk mengingatkan kepada warga Semarang bahwa Selasa (2/10) merupakan Hari Batik Nasional. Konsep ‘urunan nyanting’ itu pun lahir karena Bayu Ramli ingin lebih mendekatkan batik kepada masyarakat. “Agar masyarakat lebih tahu mengenai batik, termasuk proses mencantingnya. Mereka akan tahu bagaimana caranya mencanting,” terangnya.

Gelaran itu pun mendapat apresasi dari Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi. Dia menyempatkan diri untuk ikut mencanting kain yang dikenakan model. “Acara ini sangat bagus. Batik memang sudah terkenal. Tapi perlu acara seperti ini agar masyarakat bisa lebih mengenal batik,” terangnya. (amh/ric)