Langkah Juara Bertahan Terhenti

632
DUEL: Ibnu Rizki, pemain SMAN 13 Semarang berupaya menyelamatkan gawang dari serangan SMAN 11 Semarang dalam pertandingan futsal Ganesha Cup 2017 di GOR Sumber Waras, Minggu (1/10) (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
DUEL: Ibnu Rizki, pemain SMAN 13 Semarang berupaya menyelamatkan gawang dari serangan SMAN 11 Semarang dalam pertandingan futsal Ganesha Cup 2017 di GOR Sumber Waras, Minggu (1/10) (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG – Tim futsal SMAN 9 Semarang harus rela melepas gelar juara pada gelaran Ganesha Cup 2017. Langkah tim yang sempat menjuarai futsal tahun lalu ini terganjal oleh SMKN 3 Kendal dalam pertandingan semifinal. Tim ini harus mengakui keunggulan SMKN 3 Kendal dengan skor 3-2.

Pelatih tim SMAN 9 Semarang Muhammad Ruby Duto mengatakan bahwa timnya sudah memberikan yang terbaik. Namun ini lah hasil yang harus mereka terima. ”Kami memang menargetkan untuk mengulang sukses. Kami sudah memberikan yang terbaik dan ini lah hasilnya,” ujar Ruby.

Tiket babak final pada akhirnya dikantongi SMKN 3 Kendal. Sementara satu tiket final yang lain berhasil diamankan SMAN 13 Semarang usai mengalahkan SMAN 1 Ungaran dengan skor 3-1.

Sebelumnya, dalam babak 8 besar saat mempertemukan SMAN 13 Semarang melawan SMA N 11, sempat diwarnai insiden kecil. Kejadian ini menyebabkan beberapa pemain dari kedua tim panen kartu kuning dari wasit.

Beberapa pemain SMAN 13 Semarang naik darah setelah rekan satu timnya dilanggar oleh pemain SMAN 11 Semarang. Alhasil, tidak hanya pemain yang melakukan pelanggaran, pemain yang mencoba membela rekannya tersebut diganjar kartu kuning oleh wasit. Kejadian ini tidak berlangsung lama hingga pada akhirnya pertandingan dapat dijalankan kembali.

Dalam pertandingan ini SMAN 13 Semarang akhirnya berhasil menundukkan SMAN 11 dengan skor 3-1. Satu gol terakhir SMAN 13 tercipta lewat kaki Rizal, kapten tim melalui tendangan jarak jauh tepat pada detik terakhir.

Vitho, pelatih SMAN 13 Semarang mengatakan bahwa dirinya menekankan kepada tim untuk bisa menang dengan sportif. Dirinya meminta agar anak-anaknya dapat bermain dengan mengendalikan emosinya.”Sudah terjun, jangan mau kalah. Apalagi ngalah. Tapi harus tetap bermain dengan sportif. Junjung tinggi sportifitas,” ujar Vitho.

Sebelumnya, Vitho memprediksikan akan bertemu dengan SMAN 5 Semarang di laga final. Namun, langkah SMAN 5 terhenti setelah dikalahkan SMAN 9 dengan skor 2-1 di babak delapan besar. (cr4/bas)