Komitmen Perangi Hoax

235
DILANTIK : Pelantikan PWI Kota Magelang, Sabtu, (30/9) kental dengan nuansa tradisional Jawa (ISTIMEWA).
DILANTIK : Pelantikan PWI Kota Magelang, Sabtu, (30/9) kental dengan nuansa tradisional Jawa (ISTIMEWA).

MAGELANG–Bertempat di Balroom Hotel Atria Magelang, akhir pekan lalu, berlangsung pelantikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Magelang. Ketua PWI Kota Magelang, Adi Daya Perdana, menyampaikan, pelantikan bersamaan dengan peringatan G30S/PKI. “Kami memilih hari ini (Sabtu, 30 September 2017), sebagai gerakan awal memerangi berita hoax.

Yang menarik, nuansa tradisional Jawa sangat kental mengiringi kegiatan tersebut. Pelantikan diawali kirab seluruh pengurus, dipimpin cucuk lampah seniman kenamaan Magelang: Eka Pradaning. Rangkaian dilanjutkan dengan pelantikan oleh Ketua PWI Jawa Tengah, Amir Mahmud, di hadapan tamu undangan serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Magelang. Para pengurus tampak khidmat mengikuti prosesi.

Amir menyampaikan, pihaknya telah melantik pengurus PWI di 22 kabupaten/kota di Jawa Tengah. “Pelantikan ini jadi yang paling unik dan megah. Jujur saja, kreasi, gagasan dan ide teman-teman wartawan Kota Magelang sangat mengejutkan,” puji Amir. Karenanya, Amir berharap, PWI Kota Magelang tidak hanya berbeda dalam hal pelantikan saja. Tapi juga dari anggotanya.

Masih menurut Amir, rata-rata anggota PWI Kota Magelang wartawan muda. Ia menilai, fenomena ini menjadi sebuah keunggulan tersendiri. “Salah satu parameter dari organisasi yang berdaya tarik dan seksi, adalah menciptakan magnet bagi kalangan muda. Nah, PWI saat ini tengah berusaha menjawab fenomena tersebut.”

Terkait komitmen memerangi berita hoax yang dicanangkan pengurus PWI Kota Magelang, Amir mengaku sependapat. Lanjutnya, hoax adalah musuh bersama. Karena tidak hanya bersumber dari media mainstream, tapi juga dari media sosial yang digunakan khalayak. Untuk itu, Amir mengajak para wartawan muda yang dinamis, untuk tidak bergerak dengan jurnalisme yang terlalu bergegas. “Sebab berpotensi menciptakan celah hukum yang akan tinggalkan luka.” Kata Amir, dalam menjalankan profesi jurnalistik, kepercayaan masyarakat sama sekali tidak boleh dikesampingkan. Dua parameter lainnya adalah akuntabilitas dan disiplin verifikasi.

“Tapi, kepercayaan masyarakat ini memang yang paling penting. Berita yang baik, bukan sekadar soal sensasi, tapi bisa ikut mengembangkan daerah, agar semakin tumbuh dan maju.” Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito, yang hadir dalam agenda tersebut, mengungkapkan peranan media yang begitu penting di wilayahnya. Ia tidak memungkiri, keberadaan media selama ini sangat membantunya.

“Selama saya menjabat, saya sangat nyaman dan terbantu oleh media. Ketika informasi yang disampaikan seimbang, bertanggung jawab dan mencerdaskan masyarakat, maka hasil akhirnya pun akan baik.” (put/isk)