MUNGKID—Warga Dusun Soronalan, Desa Soronalan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Minggu (1/10) kemarin, menggelar kirab pusaka. Sejak pukul 07.00, warga sudah menyemut di lapangan dusun untuk menyaksikan tradisi tersebut.

Mbah Tasih, 72, seorang tokoh masyarakat setempat mengatakan, kirab pusaka merupakan tradisi yang telah berlangsung turun menurun. Tujuannya, menjaga kearifan lokal serta melestarikan budaya. Kata Mbah Tasih, kirab budaya telah berlangsung selama 10 hari. “Sedangkan yang sekarang (kemarin), kirab pusaka, merupakan acara puncaknya.”

Sejumlah pusaka dikirab. Dua di antaranya, keris Upas Nogo Sewu dan keris Kenonggo. Setelah kirab pusaka, dilanjutkan dengan kegiatan merti desa, serta pentas berbagai pentas kesenian. Antara lain, kesenian Turonggo Seto, Kubro, Jatilan, Soreng, serta Ketoprak. Ani, 22, warga Dusun Soronalan mengaku setiap tahun selalu menunggu kegiatan tersebut. “Kegiatan ini punya nilai budaya tinggi dan sangat sulit dipisahkan dengan warga Soronalan,” ucapnya, singkat. (cr3/isk)