Tekan Budget Hingga 50 Persen

Jasa Sewa Hantaran

86
Upik, owner Peningset Semarang memamerkan karyanya.
Upik, owner Peningset Semarang memamerkan karyanya.

DALAM pernikahan, prosesi saserahan menjadi satu bagian yang tidak bisa di tinggalkan. Meski bukan yang utama, prosesi ini menjadi hal yang seringkali sangat diperhatikan. Karenanya, banyak yang berlomba-lomba untuk membuat prosesi ini berkesan, salah satunya dengan hantaran spesial.

Kini, banyak pengantin lebih memilih menggunakan jasa sewa untuk membuat hantaran. Peluang jasa tersebut pun dibaca oleh Upik, owner Peningset, spesialis merancang hantaran.

Upik mengatakan bahwa prosesi saserahan memang bisa dibilang penting tidak penting. Dibilang penting karena memang prosesi ini tidak boleh absen dalam acara pernikahan. Namun dibilang tidak penting karena selain bukan prosesi utama, prosesi ini hanya berlangsung dalam hitungan jam saja.

”Sehingga kini banyak pengantin yang memilih hantaran dengan cara jasa sewa. Mereka bawa barang, di sini disusun dengan menyewa tempatnya. Lebih menekan biaya juga, sampai 50 persen,” kata Upik.

Menurut Upik, saat ini yang paling ngetren

adalah hantaran dengan kotak akrilik. Di dalam kotak akrilik ini barang-barang hantaran dari calon pengantin seperti make up, sepatu, tas dan lainnya disusun dengan cantik. Tatanan barang hantaran bersanding dengan hiasan serta bunga-bunga seakan mampu membuat prosesi pernikahan kian spesial.

Sementara masalah tema, yang paling banyak diminati adalah Glamor dan Rustic. Tema glamor lebih banyak dipesan calon pengantin dengan konsep Jawa. Lebih ke bunga-bunga cerah, dan hias emas. “Untuk warnanya menyesuaikan baju pengantin saat akad dan midodareni,” jelas Upik kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Sementara untuk tema Rustic, bisa berkonsep garden dengan banyak menonjolkan unsur kayu dan hiasan rumput. Hantaran ini lebih didominasi warna putih atau pastel dengan hiasan perak.

Menambahkan istrinya Andi mengatakan bahwa penyusunan hantaran saat ini lebih condong tanpa jarum dan lem. Sebab penggunaan jarum dan lem berisiko pada keutuhan barang yang akan diberikan kepada pengantin perempuan.

”Kita sudah 3-4 tahun mengkampanyekan saserahan tanpa menggunakan jarum dan lem. Soalnya kita tidak ingin merusak barang-barang yang diamanatkan kepada kita. Sebagai gantinya kita gunakan karton dan karet untuk membentuk hantaran sesuai konsep,” ujar Andi. (cr4/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here