33 C
Semarang
Minggu, 5 Juli 2020

Pengelolaan SMA Harus Lebih Optimal

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

SEMARANG–DPRD meminta agar Pemprov menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi SMA/SMK di Jateng. Mulai persoalan gaji, anggaran sekolah, guru tidak tetap (GTT) dan berbagai persoalan lain yang bisa menghambat kualitas pendidikan di Jateng.

Sekretaris Komisi E DPRD Jateng, Hasan Asy’ari mengatakan bahwa sudah berjalan satu tahun Pemprov Jateng mengambilalih kewenangannya. Karena itu, persoalan di SMA/SMK harus segera diselesaikan. “Tahun ini, sudah harus selesai semua persoalan yang timbul. Biar nanti bisa lebih fokus meningkatkan kualitas pendidikan,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya terus melakukan pemantauan pasca diberlakukannya amanat UU nomor 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah. Dimana wewenang sekolah kejuruan dan menengah atas sudah bukan lagi di bawah kabupaten/kota. Ia tidak menampik jika selama dikelola kabupaten/kota, problematika pengelolaan tidaklah terlalu rumit. Bahkan, orangtua siswa sangat diringankan karena tidak dibebankan membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). “Belum lagi pada pengalokasian anggaran sekolah. Nomenklatur alokasi bantuan sekolah dari pemerintah pusat pun dinilai begitu rumit,” ujarnya.

Dewan mengaku terus mendapatkan keluhan dari daerah terkait keberadaan SMA/SMK yang diambilalih Pemprov Jateng. Di antaranya masalah pemecahan GTT sampai sekarang ini tidak jelas. Banyak guru yang belum diangkat PNS menjadi pesimistis. “Ternyata setelah dikelola provinsi, persyaratan yang harus diajukan para guru bertambah,” tambahnya.

Anggota Komisi E DPRD Jateng, Karsono mengatakan pengalihan kewenangan ini pada dasarnya agar pemerintah daerah (kabupaten/kota) bisa lebih fokus membenahi pendidikan dasar, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas). Pemkab/Pemkot diharapkan bisa mengurusi ini secara optimal dan maksimal. Sementara pemerintah provinsi dapat lebih memprioritaskan pendidikan menengahnya. “Selain itu, Pemprov Jateng juga diharapkan bisa menuntaskan program yang dicanangkan pemerintah pusat, yakni wajib belajar (wajar) 12 tahun,” katanya.

Ia juga mendorong ada berbagai inovasi supaya siswa bisa bersemangat dalam belajar di sekolah. Ia setuju, pada pendidikan vokasi tidak dioptimalkan pada pelajaran-pelajaran di luar keterampilan. “Siswa harus dibekali skill agar ketika keluar sudah memiliki keahlian,” tambahnya. (fth/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Gelar 11 Pertandingan Kelompok Usia

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Kejuaraan bulutangkis bertajuk “Djarum Foundation Kejurkab Bulutangkis Hari Jadi Demak ke-515” bakal bergulir mulai hari ini, Jumat (23/3) di GOR KONI,...

Tinggal 4 Warga yang Produksi Batik

KOTA Semarang memiliki kampung pusat home industry batik, yakni Kampung Batik Gendong, Kelurahan Rejomulyo, Semarang Timur.  Kampung Batik ini berada disamping Bundaran Bubakan atau...

Mimpi Ada Kereta Gantung di Kledung

WILAYAH Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan.  Kledung memiliki pemandangan yang sangat indah.  "Karena itu, saya tidak mengizinkan...

Bawang Impor Serbu Pasar

MAGELANG - Harga bawang putih sudah meroket sejak beberapa hari yang lalu hingga menembus angka Rp 60.000 per kilogram. Di sisi lain, bawang putih...

Bacawagub Gus Yasin Ajak Pengguna Medsos Bijak

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Bakal Calon Wakil Gubernur (Bacawagub) Jateng, Taj Yasin atau Gus Yasin mengajak para pengguna media sosial (medsos) untuk bijak dalam mengunggah...

Roadshow Mio S, Puaskan Warga Semarang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Konser roadshow Yamaha Mio S bertajuk Its My Style Concert di Kelimutu Grand Ballroom Hotel Grand Arkenso, memuaskan warga Semarang, Sabtu malam (3/1)...