Oleh: Sukiswati MPd
Oleh: Sukiswati MPd

MEMBACA berita adalah sebuah kegiatan menyampaikan informasi kepada orang lain, sehingga orang yang mendengarkan memahami isinya tanpa ada kesalahan tafsir di dalamnya. Membaca berita dalam bahasa Jawa sering disebut pawarta. Kemampuan membaca berita termasuk salah satu keterampilan siswa yang harus dimiliki dalam KI 3 pada pelajaran Mulok Bahasa Jawa di kelas X SMA/SMK semester gasal. Karena di dalam kurikulum 2013, selain siswa dituntut untuk menguasai ilmu pengetahuan, juga harus bisa menguasai keterampilan.

Ada beberapa strategi yang bisa kita pergunakan agar pembelajaran ini lebih menyenangkan dan dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Namun sebelumnya perlu diingat  bahwa membaca berita bukan berorientasi semata-mata untuk diri pribadi kita, akan tetapi membaca berita berarti membaca untuk orang lain.

Bentuk strategi yang bisa digunakan, yakni  tugas mandiri. Sebelum materi pembelajaran berita ini diberikan, minggu sebelumnya siswa sudah dibekali dengan tugas untuk materi ini. Tugas itu berupa mengunduh  atau download tayangan video berita atau berita yang bisa diambil dari YouTube berbagai stasiun televisi lokal. Stasiun TV yang menayangkan berita bahasa Jawa, di antaranya Cakra TV Semarang, Jogja TV, JTV, TVRI atau dari beberapa siaran radio lainnya. Hasilnya harus ditulis dalam bentuk textscript. Kemudian dari teks tersebut siswa wajib berulang-ulang mendengarkan dan menyimak kembali secara khidmat.

Berikan tugas untuk mencermati cara membaca yang baik dan benar serta memahami isinya. Setelah itu kemudian siswa menuliskan tips membaca yang baik dan benar tersebut dan mempraktikkannya membaca teks berita dengan cara berulang-ulang. Diharapkan dengan cara demikian siswa bisa menirukan cara membaca yang benar penyiar televisi tersebut.

Apabila tugas mandiri tersebut belum berhasil secara sempurna, masih ada cara yang kedua. Yakni, memberikan satu contoh teks naskah berita yang bisa diambil dari media massa atau hasil karya  bapak/ibu guru sendiri. Kemudian guru memberikan contoh membaca teks berita yang baik dan benar di hadapan para siswa. Siswa menyimak dan mengamati setiap kalimat yang diucapkan guru.

Berdasarkan contoh secara langsung guru dan siswa secara bersama-sama mencari trik bagaimana agar orang lain yang mendengarkan berita bisa memahami isinya dan tidak salah persepsi. Kemudian guru dapat menambahkan masukan teknik membaca berita berdasarkan simpulan. Bentuk masukan dan kritik guru terkait dengan teknik membaca, jeda, intonasi suara dan sejenisnya.

Keras-lemahnya suara serta kenyaringan suara diukur oleh pembaca berita. Untuk itu jangan membawakan berita dengan suara terlalu keras, jangan pula terlalu lemah karena kedua-duanya tidak enak untuk didengarkan. Ukurlah suara dengan volume yang sedang-sedang saja. Untuk mengecek keras lemahnya suara bisa dilakukan dengan meminta bantuan teman atau orang lain untuk menilainya.

Setelah tips membaca berita tersebut disampaikan kepada siswa, guru mengulang kembali contoh membaca naskah teks berita tersebut, sesuai dengan jeda yang telah dibuat serta memperhatikan intonasinya.  Demikian juga gestur tubuh dan volume suara diperhatikan dengan seksama.

Barulah kemudian guru menawarkan kepada siswa untuk maju di depan kelas. Ambil sampel 2-5 siswa, kemudian hasilnya dikoreksi bersama-sama. Langkah selanjutnya semua siswa mendapat tugas untuk mempraktikkannya satu persatu di depan kelas. Dengan cara kedua ini, 90 persen terdapat peningkatan keterampilan membawa berita yang signifikan di kelas.

Faktanya dengan model contoh membaca berita tersebut, pembelajaran materi membaca berita dan memahami isi berita berhasil. Siswa lebih tertarik untuk mempelajari berita Bahasa Jawa. Guru menjadi lebih berfungsi sebagai fasilitator pembelajaran. Untuk itu, model pemberian contoh membaca berita langsung disarankan bisa diterapkan oleh guru untuk pembelajarana materi membaca berita. Hal tersebut menjadi bukti bahwa membaca berita menjadi bentuk uji nyali kebahasaan. (*/aro)