BERI PELATIHAN: Pengelola Pusat Pelatihan Guru Jawa Tengah, Ardan Sirajudin saat memberikan pelatihan pembelajaran dengan basis digital (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG).
BERI PELATIHAN: Pengelola Pusat Pelatihan Guru Jawa Tengah, Ardan Sirajudin saat memberikan pelatihan pembelajaran dengan basis digital (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG – Berkembangnya teknologi informasi dan telekomunikasi saat ini, ternyata secara tidak langsung menuntut guru untuk berinovasi. Cara yang dilakukan adalah ikut berselancar dalam perkembangan di dalamnya dan menggunakan pembelajaran berbasis digital.

Pengelola Pusat Pelatigan Guru Jawa Tengah, Ardan Sirajudin mengatakan jika tuntutan seorang guru saat ini sangatlah besar dan harus melek teknologi dengan memanfaatkannya sebagai media pembelajaran. “Sayangnya banyak guru yang belum bisa memanfaatkan teknologi untuk aktivitas belajar mengajar,” katanya disela-sela pelatihan pembelejaran berbasis digital di Kantor Biznet, Sabtu (30/9) siang.

Menurut dirinya, saat ini banyak guru yang belum mengenal email, membuat blog ataupun materi pembelajaran yang menanfaatkan aplikasi Youtube. Padahal beberapa media tersebut bisa memudahkan para pengajar untuk menyampaikan materi pembelajaran. “Dengan berbasis digital, bahan materi ajar bisa dengan mudah di download, ataupun dilihat oleh siswa, sehingga lebih memudahkan,” jelasnya.

Ia menerangkan, sebanyak 32 guru yang ikut pelatihan yang diselengarakan selama dua hari yakni Sabtu (30/9) sampai Minggu (1/10), ini dilatih untuk membuat data konvesional menjadi digital, pengenalan terhadap email dan google drive, membuat kuesioner dengan menggunakan internet, membuat blog hingga tata cara editing dan upload video. “Pada hari kedua besok (hari ini) peserta akan diajadi membuat kelas maya yang bisa digunakan untuk pembelajaran jarak jauh dengan siswanya,” paparnya.

Sementara itu, Lestari Septiawati salah satu peserta yang berasal dari Surakarta mengaku jika dirinya sangat tertarik untuk membuat blog, menurutnya dengan blog tersebut segala materi ajar dari teori ataupun praktik akan lebih memudahkan siswanya untuk belajar. “Saya belum bisa membuat blog yang menarik dan kontennya lengkap, agak sulit sih karena baru kali ini mencoba,” tambahnya. (den/bas)