SEMARANG – Berkaca dari gelaran Pekan Olahraga Nasional (POPNAS) 2017,
Jawa Tengah akan lebih detail dalam membaca situasi. Pada gelaran
Popnas lalu, banyak atlet provinsi lain yang muncul secara tak
terduga, yang membuat Jawa Tengah sedikit terkendala dalam mencapai
target emas yang telah ditentukan.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah, Urip
Sihabudin mengatakan, harus ada intelejen olahraga yang bisa
memperhitungkan kemunculan atlet tak terduga. Sehingga Jawa Tengah
dalam gelaran Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional bisa menentukan posisi
dan menentukan target dengan baik.

“Kemarin ada provinsi yang ternyata punya atlet bagus, yang itu tidak
terpantau oleh kita,” ujar Urip saat dihubungi Jawa Pos Radar
Semarang
.

Sedikitnya ada 200 orang akan berangkat dalam gelaran Pekan Olahraga
Mahasiswa Nasional (Pomnas) 2017 yang akan digelar di Makassar pada
14-21 Oktober Mendatang. Jumlah ini terdiri dari atlet, official dan
juga pelatih.

Jawa Tengah sendiri akan mengikuti sejumlah 14 cabang olahraga (cabor) yang
dipertandingkan dalam gelaran ini serta beberapa olahraga eksibisi.

Urip menambahkan, beberapa cabor yang diprediksikan mampu
memberikan emas pada gelaran ini diantaranya ada bulutangkis, Pencak
Silat dan juga karate.

“Saya kira kita berani menargetkan emas untuk cabang olahraga
tersebut. Hanya detilnya saya belum bisa sebutkan untuk yang lain,
karena saya juga belum bertemu dengan Bapomi juga,” jelasnya.

Dengan perhitungan baik, diharapkan para atlet mampu memberikan yang
terbaik untuk Jawa Tengah. (cr4/zal)