30 C
Semarang
Senin, 16 Desember 2019

Tekuk PSMS 1-0, Persibat Amankan Posisi

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

BATANG–Pada laga lanjutan 16 Besar Liga 2 tahun 2017, Laskar Alas Roban Persibat Batang, sukses menekuk tim Ayam Kintantan PSMS Medan pada laga yang digelar di Stadion M Sarengat Batang Jumat sore (29/9). Dengan skor 1-0 atas gol yang dijebloskan oleh pemain belakang Supriono pada menit ke-85 melalui titik putih.

Di pertandingan home kali ini, tim asuhan Daniel Rukito tidak ingin kecolongan seperti pertandingan sebelumnya, sehingga kehilangan poin penuh. Sejak kick off babak pertama, dimotori oleh Hapidin langsung menggebrak lini pertahanan PSMS Medan yang dijaga oleh Derry Herlangga, Roni Fatahilah, dan Wanda Syahputra.

Namun anak asuhan pelatih kenamaan Djajang Nurjaman alias Djanur ini, juga ingin tampil perkasa. Berkat kedisiplinan pemain belakang PSMS, upaya pemain Persibat terus dapat dimentahkan oleh tim yang identik dengan warna hijau ini.

Di babak awal, Persibat memiliki banyak peluang emas, namun gagal dikonversi menjadi gol. Sempat terjadi kemelut dan pelanggaran di kotak terlarang, namun wasit hanya mengangkat kedua tangannya. Hingga pertandingan babak pertama usai, kedudukan skor dua kesebelasan bertahan 0-0.

Memasuki babak kedua, kedua kesebelasan terus bermain menyerang sehingga sempat menimbulkan beberapa peluang terciptanya gol. Persibat Batang sempat mendapatkan tiga peluang terciptanya gol. Salah satunya Hapidin yang sukses melewati penjaga gawang PSMS Medan, Abdul Rohmi, namun bola melenceng tipis dari gawang. Tidak mau kalah, mantan tim papan atas Liga Indonesia di era Mhayadi Panggabean ini, PSMS Medan juga sempat mendapatkan peluang terciptanya gol ke gawang Persibat yang dijaga oleh Muh Sendri Johansyah.

Pada menit 83, wasit Nendi Rohaendi asal Bandung, langsung menunjuk titik putih setelah Hapidin dijatuhkan oleh pemain PSMS di kotak pinalti. Meski sempat mendapat protes dari pemain PSMS Medan, Wasit Nendi tetap menunjuk titik putih. Supriono yang berinisiatif mengeksekusi mampu menjebloskan bola ke gawang PSMS Medan hingga kedudukan skor berubah 1-0 untuk kemenangan Persibat.

Menjelang babak kedua berakhir, pertandingan sempat berlangsung keras sehingga wasit memberikan kartu kuning pada beberapa pemain dua kesebelasan tersebut.

Di akhir pertandingan, amarah pemain PSMS Medan meledak, meraka langsung mendatangi wasit, tidak terima atas pinalti yang dijatuhkan. Bahkan pemain terus mengejar wasit hingga ruang ganti. Sempat dipisah pihak polisi dan TNI yang bertugas, malah terjadi keributan. Pemain PSMS yang sebagian adalah anggota TNI aktif berontak, bahkan salah satu perwira polisi yang berjaga sempat kena bogem mentah pemain PSMS.

Puluhan anggota TNI turun langsung mengamankan para pemain PSMS ke dalam ruang ganti pemain. Namun kembali terjadi keributan dengan penonton, bahkan pemain PSMS Medan berani bertarung dengan penonton lokal yang turut emosi dengan kejadin tersebut. Namun langsung dilerai oleh pihak keamanan.

Asisten Pelatih Persibat, Abdul Muid cukup bersyukur dengan hasil laga tersebut, walaupun dirinya kecewa dengan performa anak asuhnya yang kurang tajam di depan gawang. “Seharusnya, kami mampu menciptakan lebih dari satu gol, tercatat ada 5 peluang emas, namun gagal semua,” katanya.

Dia juga sempat menyinggung keputusan wasit yang tidak memberikan pinalti di babak awal. Karena jelas, pemainnya dilanggar oleh pemain PSMS Medan.

Pelatih PSMS Medan, Djajang Nurjaman mengakui bahwa dua kesebelasan bermain cukup imbang. Namun dirinya kecewa dengan keputusan wasit. Karena beberapa kali, membuat keputusan salah termasuk pinalti di menit akhir pertandingan.

Dari pantuan pertandingan, Djanur sempat mendatangi asisten wasit karena memberikan keputusan salah lantaran pemainnya disalahkan sehingga berbuah tendangan bebas. “Persibat bermain cukup bagus. Hanya saja, kami kecewa terhadap kepemimpinan wasit yang menghadiahkan pinalti pada Persibat, kami dirampok wasit,” sungutnya.

Atas kemenangan tersebut, Persibat tetap di peringkat 2 klasemen, karena terpaut selisih jumlah gol dengan saudara tuanya PSIS Semarang yang berhasil mengalahkan tuan rumah Persita 0-3.(han/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Merica Perdu Semakin Diminati

WONOSOBO—Sebagian petani di Wonosobo kini mulai melirik tanaman merica alias lada. Penyebabnya, harga merica semakin menjanjikan, dibandingkan sayur-mayur yang cenderung naik turun. Pemilik usaha pembibitan...

Strategi Anti selfie di Sekolah

DI ANTARA gaya hidup yang paling populer saat ini adalah selfie. Tak lengkap rasanya jika melakukan aktivitas baru atau pergi ke tempat baru tanpa...

Berpotensi tapi Kurang Perhatian

“Banyak talenta tersimpan di sini, tapi sayangnya kurang perhatian. Kemarin saja anak saya yang mewakili Danone di Jakarta, ketika pulang tidak ada perhatian dari...

Istri Gubernur Daftar Lari Ketua DPRD Open

SALATIGA – Ratusan anggota TNI bakal ikut memeriahkan lomba lari tingkat nasional memperebutkan piala Kemenpora dan piala Ketua DPRD Salatiga pada Minggu (10/12). Lomba...

More Articles Like This

- Advertisement -