33 C
Semarang
Senin, 6 Juli 2020

Tekuk PSMS 1-0, Persibat Amankan Posisi

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

BATANG–Pada laga lanjutan 16 Besar Liga 2 tahun 2017, Laskar Alas Roban Persibat Batang, sukses menekuk tim Ayam Kintantan PSMS Medan pada laga yang digelar di Stadion M Sarengat Batang Jumat sore (29/9). Dengan skor 1-0 atas gol yang dijebloskan oleh pemain belakang Supriono pada menit ke-85 melalui titik putih.

Di pertandingan home kali ini, tim asuhan Daniel Rukito tidak ingin kecolongan seperti pertandingan sebelumnya, sehingga kehilangan poin penuh. Sejak kick off babak pertama, dimotori oleh Hapidin langsung menggebrak lini pertahanan PSMS Medan yang dijaga oleh Derry Herlangga, Roni Fatahilah, dan Wanda Syahputra.

Namun anak asuhan pelatih kenamaan Djajang Nurjaman alias Djanur ini, juga ingin tampil perkasa. Berkat kedisiplinan pemain belakang PSMS, upaya pemain Persibat terus dapat dimentahkan oleh tim yang identik dengan warna hijau ini.

Di babak awal, Persibat memiliki banyak peluang emas, namun gagal dikonversi menjadi gol. Sempat terjadi kemelut dan pelanggaran di kotak terlarang, namun wasit hanya mengangkat kedua tangannya. Hingga pertandingan babak pertama usai, kedudukan skor dua kesebelasan bertahan 0-0.

Memasuki babak kedua, kedua kesebelasan terus bermain menyerang sehingga sempat menimbulkan beberapa peluang terciptanya gol. Persibat Batang sempat mendapatkan tiga peluang terciptanya gol. Salah satunya Hapidin yang sukses melewati penjaga gawang PSMS Medan, Abdul Rohmi, namun bola melenceng tipis dari gawang. Tidak mau kalah, mantan tim papan atas Liga Indonesia di era Mhayadi Panggabean ini, PSMS Medan juga sempat mendapatkan peluang terciptanya gol ke gawang Persibat yang dijaga oleh Muh Sendri Johansyah.

Pada menit 83, wasit Nendi Rohaendi asal Bandung, langsung menunjuk titik putih setelah Hapidin dijatuhkan oleh pemain PSMS di kotak pinalti. Meski sempat mendapat protes dari pemain PSMS Medan, Wasit Nendi tetap menunjuk titik putih. Supriono yang berinisiatif mengeksekusi mampu menjebloskan bola ke gawang PSMS Medan hingga kedudukan skor berubah 1-0 untuk kemenangan Persibat.

Menjelang babak kedua berakhir, pertandingan sempat berlangsung keras sehingga wasit memberikan kartu kuning pada beberapa pemain dua kesebelasan tersebut.

Di akhir pertandingan, amarah pemain PSMS Medan meledak, meraka langsung mendatangi wasit, tidak terima atas pinalti yang dijatuhkan. Bahkan pemain terus mengejar wasit hingga ruang ganti. Sempat dipisah pihak polisi dan TNI yang bertugas, malah terjadi keributan. Pemain PSMS yang sebagian adalah anggota TNI aktif berontak, bahkan salah satu perwira polisi yang berjaga sempat kena bogem mentah pemain PSMS.

Puluhan anggota TNI turun langsung mengamankan para pemain PSMS ke dalam ruang ganti pemain. Namun kembali terjadi keributan dengan penonton, bahkan pemain PSMS Medan berani bertarung dengan penonton lokal yang turut emosi dengan kejadin tersebut. Namun langsung dilerai oleh pihak keamanan.

Asisten Pelatih Persibat, Abdul Muid cukup bersyukur dengan hasil laga tersebut, walaupun dirinya kecewa dengan performa anak asuhnya yang kurang tajam di depan gawang. “Seharusnya, kami mampu menciptakan lebih dari satu gol, tercatat ada 5 peluang emas, namun gagal semua,” katanya.

Dia juga sempat menyinggung keputusan wasit yang tidak memberikan pinalti di babak awal. Karena jelas, pemainnya dilanggar oleh pemain PSMS Medan.

Pelatih PSMS Medan, Djajang Nurjaman mengakui bahwa dua kesebelasan bermain cukup imbang. Namun dirinya kecewa dengan keputusan wasit. Karena beberapa kali, membuat keputusan salah termasuk pinalti di menit akhir pertandingan.

Dari pantuan pertandingan, Djanur sempat mendatangi asisten wasit karena memberikan keputusan salah lantaran pemainnya disalahkan sehingga berbuah tendangan bebas. “Persibat bermain cukup bagus. Hanya saja, kami kecewa terhadap kepemimpinan wasit yang menghadiahkan pinalti pada Persibat, kami dirampok wasit,” sungutnya.

Atas kemenangan tersebut, Persibat tetap di peringkat 2 klasemen, karena terpaut selisih jumlah gol dengan saudara tuanya PSIS Semarang yang berhasil mengalahkan tuan rumah Persita 0-3.(han/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Penanaman, PLN Kucurkan Dana Rp 4,64 Miliar

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-PT PLN (Pesero) dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, mengucurkan dana Rp 4,64 miliar untuk penanaman 32.000 pohon dari target 56.000 pohon...

Hasil Popda Jadi Modal

KENDAL - Banyak cara yang dilakukan oleh para guru untuk meningkatkan kecerdasan bagi muridnya. Seperti halnya yang dilakukan oleh SD Negeri 2 Pidodo Kulon,...

Warga Salatiga Rasakan Gempa

SALATIGA – Angin puting beliung melanda Kota Salatiga, Minggu (15/1) dini hari. Imbasnya, puluhan pohon dan tiang listrik maupun telepon ambruk. Sejumlah rumah warga...

Bocah SD Ayahnya Gantung Diri

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sungguh ironis, seorang anak temukan ayahnya tewas gantung diri. Peristiwa tersebut pun membuat pilu warga Perum Griya Utama RT 1 RW...

Ratusan Hewan Piaraan Kena Virus

TEGAL – Hati-hati bagi yang memiliki hewan piaran berupa kucing atau anjing. Sebab, dalam sebulan ini, sebanyak 138 hewan piaran tersebut terkena virus yang...

Kejari Beralasan Tak Cukup Bukti

JOGJA—Kasus dugaan korupsi dana tunjangan DPRD Kota Jogja periode 1999-2004 resmi di-SP3 alias dihentikan penyidikannya. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Jogja beralasan, kasus tersebut kurang...