Ngamar, 7 Pasangan Dijaring Polisi

453
MALU : Pasangan bukan suami istri terjaring operasi pekat yang diadakan Polres Kebumen Kamis (28/9) malam di hotel melati (Dok Humas Polres Kebumen).
MALU : Pasangan bukan suami istri terjaring operasi pekat yang diadakan Polres Kebumen Kamis (28/9) malam di hotel melati (Dok Humas Polres Kebumen).

KEBUMEN – Tujuh pasangan bukan suami istri yang tengah menginap di hotel kelas melati terjaring razia yang diadakan Sat Sabhara Polres Kebumen. Mereka diamankan polisi dalam operasi penyakit masyarakat (Pekat) pada Kamis (28/9) malam sekitar pukul 21.00, karena tidak bisa menunjukan bukti sah sebagai pasangan suami isteri.

“Mereka hari ini (Jumat, Red) kita periksa, selanjutnya akan disidang di Pengadilan Negeri Kebumen,” terang Kasat Sabhara Polres Kebumen, AKP Krida Risanto mengenai kehadiran tujuh pasangan bukan suami istri di Polres Kebumen kemarin.

Berdasarkan informasi, dari tujuh pasangan tersebut, rata-rata sudah menikah dan berstatus memiliki pasangan yang sah. Penuturan salah satu pasangan, HN, 62, warga Panjer Kebumen mengaku masih mempunyai isteri, namun sedang merantau di luar negeri. HN tertangkap basah sedang berduaan dengan PW, 39, warga Kebumen yang berstatus janda di dalam kamar hotel saat asyik berduaan.

“Saya mempunyai isteri sah, namun saat ini, isteri saya sedang bekerja merantau di Timor Leste,” katanya.

Lain halnya dengan pasangan SG, 27, dan RN, 21. SG adalah laki laki warga Magelang berstatus menikah yang telah dikaruniani satu anak, kedapatan ngamar dengan RN, yang masih lajang warga Ciamis Jabar.

Saat dimintai keterangan oleh polisi, kepada isterinya, SG mengaku sedang bekerja di luar kota. Sedangkan RN untuk mengelabui orang tuanya, dirinya berbohong dengan alasan mencari pekerjaan di Jawa Tengah, namun pada kenyataannya mereka malah ngamar.

Lanjut AKP Krida, karena perbuatannya, mereka dijerat dengan pasal Perda Kabupaten Kebumen No 6 Tahun 1973 tentang perbuatan melanggar hukum “satu atap bukan pasangan resmi suami isteri secara sah”.

Selain itu, AKP Krida mengatakan operasi pekat ini akan rutin digelar. Karena informasi yang masuk, masih banyak laporan warga tentang adanya aktivitas mesum di hotel kelas melati di Kebumen.

“Operasi ini akan terus berlanjut. Banyak laporan yang masuk ke kami. Akan kita tindak lanjuti,” tutupnya. (*/lis)