Hova Ely Liam (Nathaza Ayudya/ Jawa Pos Radar Semarang).
Hova Ely Liam (Nathaza Ayudya/ Jawa Pos Radar Semarang).

JIWA bisnis Hova Ely Liam sudah tampak saat masih kuliah di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga. Di sela kuliah, ia menjadi pegawai gerai Susu Segar 39 pada 2012 silam. Di situ, gadis 24 tahun ini belajar meracik susu panas dan dingin agar tetap segar dan mengombinasikannya dengan berbagai varian rasa.

“Saya dua tahun bekerja di situ, setelah lulus kuliah pada 2014, saya ditantang membuka cabang baru Susu Segar 39. Padahal waktu itu ada panggilan kerja di kantor. Ya sudahlah, akhirnya saya memilih berwirausaha dengan membuka cabang baru Susu Segar 39 di Jalan Monginsidi, Salatiga tahun 2015,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Saat merintis usaha itu, Hova tidak sendirian. Ia dibantu teman dekatnya sekaligus anak pemilik usaha Susu Segar 39, Krishna Murti. “Kami berdua menggunakan uang seadanya sebagai modal awal usaha pembukaan cabang Susu Segar 39,” tutur Hova.

Saat awal merintis usaha, Hova dan Krishna bekerja berdua tanpa ada karyawan. Baru setelah usahanya ramai, ia mulai merekrut karyawan. Saat ini, ia dibantu 5 pekerja.  Hova juga menciptakan inovasi menu baru. Yakni, pisang krispi dengan taburan varian topping menjadi menu tambahan.

Karena menu baru tersebut diminati banyak kalangan, Susu Segar 39 yang dikelola Hova pun berganti nama menjadi Bakingkong. “Awalnya kita coba-coba untuk buat menu baru dengan bahan yang banyak di pasaran, akhirnya terpilihah pisang,” ungkap Hova.

Jenis pisang yang diolah, antara lain jenis kepok, golo, dan raja. Pisang-pisang tersebut diracik dengan resep rahasia dan digoreng krispi. Untuk menambahkan rasa yang berbeda, pisang krispi diberi topping beraneka rasa, di antaranya topping coklat, kopi, keju, mozzarella, greentea, white choco, dan milocheese. “Varian rasa yang paling disukai adalah coklat, keju, greentea dan milocheese,” katanya.

Saat ini, omzet yang didapat Hova mencapai Rp 7,5 juta-Rp 10 juta per bulannya. Untuk harga, pisang ala Bakingkong ini dibanderol dari Rp 8 ribu sampai Rp 15 ribu per  porsi. (mg47/aro)