SALATIGA – Dinas Perdagangan Kota Salatiga mengimbau kepada semua warga kalangan ekonomi menengah ke atas untuk tidak menggunakan gas elpiji 3 kg dan beralih menggunakan elpiji nonsubsidi. Pasalnya, gas elpiji bersubsidi jelas peruntukannya bagi warga miskin.

“Penyaluran gas elpiji 3 kg di Salatiga salah sasaran. Ini terjadi karena banyak warga ekonomi kalangan menengah ke atas dan pelaku usaha latengan (makanan ringan), warung makan serta pelaku usaha lainnya yang menggunakan gas elpiji bersubsidi itu,” papar Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga Muthoin.

Karena itu, pihaknya mengimbau kepada keluarga mampu untuk tidak lagi menggunakan gas elpiji 3 kg. “Segera tukarkan tabung gas melon yang dimiliki dengan tabung bright gas 5,5 kg. Dua tabung gas elpiji 3 kg kosong bisa ditukarkan 1 tabung bright gas isi dengan menambah uang Rp 125.000,” jelas Muthoin.

Muthoin menambahkan, kuota gas elpiji 3 kg Salatiga pada 2017 sebanyak 2.692.261 tabung. Kuota ini meningkat 8 persen dibanding 2016. Tingkat konsumsi gas elpiji 3 kg pada Agustus 2017 lalu naik sekitar 10.000 tabung dibanding bulan yang sama pada 2016.

“Peningkatan konsumsi ini sangat tinggi. Setelah diteliti, ternyata peningkatan disebabkan banyaknya keluarga mampu dan pelaku usaha yang menggunakan gas elpiji 3 kg. Selain itu, juga disebabkan adanya sejumlah warga luar daerah yang membeli gas elpiji 3 kg di Salatiga,” terangnya.

Di sisi lain, peningkatan permintaan gas elpiji 3 kg juga dikarenakan adanya warga yang menyetok bahan bakar rumah tangga tersebut di rumah. “Motif berjaga-jaga dengan menyetok gas elpiji 3 kg di rumah ini juga menjadi faktor penyebab peningkatan permintaan,” ujarnya.

Disinggung mengenai upaya yang dilakukan Dinas Perdagangan agar penyaluran gas elpiji bersubsidi di Salatiga tepat sasaran, Muthoin menyatakan, pihaknya akan membuat surat edaran kepada masyarakat yang inti dari isi surat tersebut adalah masyatakat golongan menengah ke atas tidak diperbolehkan menggunakan gas elpiji 3 kg karena subsidi gas elpiji hanya untuk masyarakat miskin. “Pemkot Salatiga juga akan membuat surat edaran bahwa semua ASN (Aparatur Sipil Negara) dianjurkan menggunakan gas elpiji non subsidi.” (sas/ton)