Nasikhin (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
Nasikhin (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

BATANG-Universitas Dipenogoro (Undip) Semarang resmi memilih lokasi di Desa Tumberep Kecamatan Bandar Kabupaten Batang untuk mendirikan kampus Fakultas Pertanian dan Peternakan. Kampus akan berdiri di lahan eks PT Tratak yang telah dialokasikan untuk Pemkab Batang.

“Secara resmi, Undip sudah mengajukan permohonan kerjasama kepada Pemkab Batang dengan disertai dokumen dokumen analisisnya,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Batang, Nasikhin saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (28/9).

Sebelumnya, wilayah Kecamatan Bandar memang sudah diwacanakan akan dijadikan kota pendidikan di Kabupaten Batang. Lantaran saat ini sudah berdiri Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Tazaka yang sudah dikenal baik lokal hingga mancanegara. “Pemkab Batang selanjutnya akan melakukan studi banding ke kabupaten lain yang pernah bekerjasama dengan perguruan tinggi,” beber Sekda.

Dalam studi banding tersebut, kata Nasikhin, akan mengutus Asisten 1 beserta jajarannya ke Kabupaten Sumedang yang notabene telah lebih dulu melakukan kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi.

“Nanti pada 2 Oktober 2017, Asisten 1 bersama jajarannya akan berkunjung ke Kabupaten Sumedang. Untuk melihat bentuk kerjasama yang telah dilakukan antara Pemkab Sumedang dengan Universitas Padjajaran (Unpad) dan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN),” terangnya.

Kemudian, lanjut Nasikhin, pihaknya akan melakukan pembahasan terkait peralihan status kepemilikan tanah yang akan digunakan. Pemkab Batang juga akan membicarakannya dengan anggota DPRD Batang.

Rencananya, Fakultas Pertanian dan Peternakan Undip akan berdiri di atas dua bidang tanah. Di antaranya bidang tanah dengan luasan lahan 6 hektare yang akan didirikan Fakultas Pertanian dan Peternakan dan satu bidang lainnya dengan luasan lahan 4 hektare didirikan sebagai Laboratorium Pertanian dan Peternakan.

Saat ini, Undip sedang mengurus segala proses administrasinya. Diharapkan, pada akhir tahun proses administrasi sudah selesai dan awal tahun sudah bisa mulai dilakukan pembangunan fisiknya. “Kalau toh tanah itu harus dihibahkan, yang kami hibahkan melalui proses peraturan perundang-undangan yang berlaku. Yang jelas, ini mengenai bagaimana perguruan tinggi nantinya di Kabupaten Batang bisa menjadi lebih baik lagi,” tandasnya. (han/ida)