MERAKYAT: Bupati Kendal, Mirna Annisa menyambangi grup drum band dalam Festival Sedekah Laut di Pantai Sendang Sikucing, Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, kemarin (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG).
MERAKYAT: Bupati Kendal, Mirna Annisa menyambangi grup drum band dalam Festival Sedekah Laut di Pantai Sendang Sikucing, Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, kemarin (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG).

KENDAL—Ribuan warga Rowosari berduyun-duyun mengikuti pembukaan Festival Sedekah Laut di Pantai Sendang Sikucing, Desa Gempolsewu. Pembukaan yang dilakukan oleh Bupati Kendal, Mirna Annisa tersebut, dimeriahkan penampilan karnaval puluhan drum band.

Mereka diarak dari lapangan desa setempat sampai balai desa. Kegiatan larung sesaji merupakan tradisi rutin yang digelar nelayan Sendang Sikucing. Yakni sebagai wujud rasa syukur para nelayan atas ikan laut yang melimpah.

“Dulu kegiatan ini namanya larung sesaji. Tahun ini, kami namakan Festival Sedekah Laut. Sebab, kami ingin mengangkat tradisi ini agar bisa menjadi wisata di Kendal yang bisa mendatangkan wisatawan,” ujar salah satu tokoh masyarakat, Heri Medianto.

Kegiatan sedekah laut ini dilakukan secara rutin tiap tahun, tepatnya pada bulan Suro atau Muharam. “Selama satu tahun, para nelayan diberi rejeki yang melimpah oleh Tuhan YME. Untuk itu, kenikmatan yang diperoleh harus disyukuri melalui kegiatan ini,” jelasnya.

Sementara Bupati Mirna menyampaikan agar tradisi sedekah laut ini terus dijaga dan dikembangkan. Ia juga meminta agar Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) bisa memberikan anggaran untuk pengembangan agar Festival Sedekah Laut ini bisa menjadi wisata.

“Kendal ini potensi alamnya sangat tinggi, tetap harus dikelola dengan baik. Sehingga bisa memberikan peningkatan ekonomi bagi masyarakat dan mengangkat nama Kendal,” jelasnya.

Pemerhati pariwisata, Siti Latifah yang juga rekanan Kementrian Pariwisata mengatakan bahwa Kementrian Pariwisata memberikan bantuan untuk budaya sekedah laut di Sendang Sikucing. “Sedekah laut ini bisa menjadi wisata unggulan di Kendal,” katanya.

Namun, imbuhnya, sekedah laut ini perlu dikemas menarik. Sehingga bisa mendatangkan wisatawan nasional maupun internasional. Makanya, perlu koordinasi antara masyarakat dengan Disporapar Kendal.

“Masyarakat harus diberikan penyadaran bahwa pariwisata ini penting untuk dikembangkan. Karena sektor pariwisata bisa mendatangkan keuntungan, peningkatan ekonomi, peningkatan PAD yang bisa digunakan untuk membangun daerah,” tandasnya.

Tersedia anggaran peningkatan dan pembangunan pariwisata baru di Kementrian Pariwisata, yang dinilai bisa mendatangkan wisatawan. “Dari kementrian pariwisata siap membranding dan mempromosikan. Tinggal daerah ini, bagaimana bisa mengemas secara baik dan memperbaiki infrastruktur yang ada agar wisatawan mudah menjangkau,” tuturnya. (bud/ida)