Gereja JKI G2CC Hadir di Kota Semarang

1044
DIRESMIKAN: Gereja Jemaat Kristen Indonesia - Golden Gate Community Church di Jalan Boulevard Utara nomor 63 kawasan Perumahan Graha Padma, diresmikan (Ajie Mahendra/Jawa Pos Radar Semarang).
DIRESMIKAN: Gereja Jemaat Kristen Indonesia - Golden Gate Community Church di Jalan Boulevard Utara nomor 63 kawasan Perumahan Graha Padma, diresmikan (Ajie Mahendra/Jawa Pos Radar Semarang).

SEMARANG – Gereja Jemaat Kristen Indonesia – Golden Gate Community Church (JKI-G2CC) hadir di Kota Semarang. Tepatnya di Jalan Boulevard Utara nomor 63 kawasan Perumahan Graha Padma.

Proses peresmian Gereja JKI-G2CC diawali dengan proses petahbisan yang dipimpin Pendeta Anthony Chean dari Australia, dilanjutkan pengguntingan pita di pintu Gereja oleh Pendetq Philipus Widianto.

Perintis Gereja JKI-G2CC Pendeta Sonny Eli Zaluchu menyatakan bila pihaknya berterima kasih atas semua pihak yang telah membantu berdirinya Gereja JKI-G2CC khususnya dalam hal perijinan. Ijin diawali dari pemberian rekomendasi oleh Sinode JKI, kemudian dilanjut kepengurusan perijinan lewat Kelurahan, Kecamatan, Kementerian Agama, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) hingga keluarnya Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Pemerintah Kota Semarang.

“Puji syukur kepada Tuhan dan terima kasih kepada semua pihak, tak terkecuali Pemkot Semarang yang sudah banyak membantu dalam pengurusan ijin”, ungkap Sonny.

Proses pembangunan fisik Gereja JKI-G2CC ini sendiri berlangsung selama satu tahun, dan sebelumnya kegiatan ibadah dilakukan di Ruko Graha Padma. “Sebelumnya kita kegiatan di ruko Boulevard Graha Padma. Sekarang smua kita pindah dan pusatkan di gedung Gereja baru. Semoga kehadiran kami membawa berkat dan manfaat buat jemaat dan masyarakat sekitar”, tambah Sonny.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang dijadwalkan untuk melakukan penandatanganan prasasti peresmian tidak dapat hadir karena masih berada di Jakarta mengikuti kegiatan kedinasan.

“Sebagai yang mewakili, kami berharap kehadiran gereja ini semakin membuat keberagaman di kota ini semakin kuat. Sebab, selama ini Semarang dikenal memiliki tingkat toleransi beragama yang sangat tinggi,” ujar Kepala Arsip dan Perpusatakaan Kota Semarang Bimbong Yogatama yang mewakili Kota Semarang. (amh/zal)