DIBINA: Anggota Polsek Magelang Utara mengamankan tiga siswa SMK Kota Magelang yang kedapatan membawa sabuk bermata gir, Rabu (27/9) kemarin (AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR KEDU).
DIBINA: Anggota Polsek Magelang Utara mengamankan tiga siswa SMK Kota Magelang yang kedapatan membawa sabuk bermata gir, Rabu (27/9) kemarin (AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR KEDU).

MAGELANG—Polsek Magelang Utara kemarin mengamankan tiga pelajar sebuah SMK di Kota Magelang. Mereka terjaring razia karena membawa sabuk bermata gir motor. Ketiganya terpaksa tidak bisa mengikuti ujian tengah semester (UTS), karena menjalani pembinaan di Polsek.

Razia digelar di Jalan Pahlawan, Kota Magelang, Rabu (27/9). Ketiga pelajar itu diamankan saat hendak berangkat sekolah. Razia dipimpin oleh Kapolsek Magelang Utara, Kompol Moch Kodar. Petugas menghentikan angkutan umum yang dinaiki para pelajar.

Satu per satu pelajar diminta turun. Tas mereka digeledah. Hasilnya, tiga pelajar kedapatan membawa sabuk bermata gir motor. Mulanya, mereka mengelak bahwa barang tersebut miliknya. Sabuk bermata bermata gir motor diletakkan di bawah jok angkut. Razia melibatkan Satuan Sabhara, Intel, Reskrim, dan Satlantas.

Kompol Moch. Kodar menyampaikan, razia terhadap para siswa—utamanya siswa SMA/SMK yang hendak berangkat sekolah—dilakukan untuk mencegah terjadinya tawuran. Razia dilakukan rutin di lokasi dan waktu yang berbeda. “Ketiganya kami wajibkan untuk apel ke Mapolsek setiap hari.” (cr3/isk)