INDAH: Telaga Bleder berada di kaki gunung Andong dan Telomoyo, menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Magelang (INTERNET).
INDAH: Telaga Bleder berada di kaki gunung Andong dan Telomoyo, menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Magelang (INTERNET).

Kabupaten Magelang memiliki daya tarik wisata yang komplet. Mulai wisata heritage, seni, budaya, religi, hingga wisata alam yang memesona.

BAGI yang butuh ketenangan dengan nuansa hening jauh dari hiruk pikuk keramaian, bisa coba ke wilayah Kecamatan Grabag. Di kecamatan ini, ada beraneka wisata air yang menyejukkan. Tempatnya asri. Sejuk dengan nuansa air yang menenangkan.

Kunjungan pertama bisa dilakukan di sebuah telaga di antara kaki gunung Telomoyo dan gunung Andong. Namanya: Telaga Bleder. Lokasinya, berada di Dusun Bleder, Desa Ngasinan. Dari Pasar Grabag, hanya butuh waktu sekitar 10 menit saja. Danau ini cukup bersih. Airnya tenang, karena terbentuk oleh cekungan dengan sumber mata air dari wilayah sekitar yang melimpah.

Pemkab Magelang melalui Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga melakukan penataan. Menambah fasilitas penunjang. Salah satunya, kolam renang anak. Toilet juga begitu bersih. Traveler cukup duduk saja di beberapa area tempat duduk yang disediakan. Memandangi hamparan air telaga, dipastikan bakal membuat suasana hati tenang dan nyaman.

Jika ingin menikmati sensasi lainnya, bisa mencoba naik perahu dayung. Petugas akan mengantar Anda menyusuri telaga dengan perahu. Untuk terus mengenalkan objek wisata yang satu ini, Pemkab Magelang intens melakukan sejumlah kegiatan. Terbaru, akan digelar Festival Telaga Bleder ke-3. Bupati Magelang Zaenal Arifin S.IP menyebut, even ini akan terus digelar sebagai salah satu upaya memperkenalkan wisata Kabupaten Magelang.

Even Festival Telaga Bleder ke-3, akan semakin meriah dengan berbagai acara baru. Salah satunya, menebar seribu lampion air di danau pada 14 Oktober 2017 mendatang. Pada 15 Oktober 2017, even akan dimeriahkan dengan lomba perahu dayung. Untuk menyemarakkan even, juga bakal digelar lomba kesenian tradisional, stan pameran desa wisata dan kuliner.

Tak jauh dari Telaga Bleder, ada objek wisata air yang tidak kalah indah. Namanya: air terjun Sekar Langit. Lokasinya, di Dusun Sekarlangit Desa Telogorejo, Kecamatan Grabag.

Nama objek ini diambil dari kata sekar yang berarti bunga dan langit. Orang yang menemukan pertama dulu mengibaratkan keindahan air terjun ini bak bunga yang turun dari langit. Untuk menuju ke lokasi air terjun, traveler harus berjalan kaki sejauh 500 meter. Tapi tenang, suasana alam yang masih terjaga dengan rerimbunan pepohonan, dipastikan tidak membuat perjalanan serasa jauh.

Begitu sampai di lokasi, lelah pun terbayar. Percikan air dari air terjun, serasa sejuk ketika menyentuh kulit. Menenangkan dan menyejukkan. Masih dengan suasana keheningan. Kali ini, treveler bisa memadukan dengan kehangatan mandi di situs sejarah Candi Umbul. Konon, pemandian yang berada di Desa Kartoharjo, Kecamatan Grabag, merupakan tempat mandi putrid-putri raja pada zaman dahulu.

Traveler bisa mencoba datang pagi-pagi. Uap panas air, masih muncul dari hangatnya air panas alami dari dalam kolam. Sensasi bak putra dan putri raja, akan tersaji dan bikin kangen. Tak hanya itu, traveler juga bisa menikmati berbagai kuliner di sekitar lokasi objek wisata. Ada opor entok di perbatasan antara Grabag dan Secang. Juga, ada kopi khas pegungan Telomoyo di Desa Ngrancah, Kecamatan Grabag.

Bupati Magelang Zaenal Arifin mengatakan, keberadaan aneka wahana wisata di Kecamatan Grabag, seperti Telaga Bleder dan lainnya, menjadi salah satu di antara objek wisata di Kabupaten Magelang yang berpotensi menarik wisatawan dari dalam dan luar negeri. ”Kita patut bersyukur diberi anugerah keindahan alam yang begitu indah.”

Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Iwan Sutiarso menambahkan, pihaknya terus berupaya mengenalkan potensi-potensi wisata di Kabupaten Magelang. Menurutnya, wisatawan bisa memilih wisata jenis apapun di Kabupaten Magelang. ”Semua tersaji di sini.”

Iwan menambahkan, selain fokus untuk mengenalkan potensinya, pihaknya juga terus melakukan upaya perbaikan dan peningkatan fasilitas tempat wisata secara bertahap. ”Kita juga akan mendorong berdirinya home stay di sekitar objek wisata agar wisatawan bisa menginap dan berbaur dengan warga.” (adv)