Hendi Motivasi Transmigran di Kayong Utara

514
PEDULI WARGA SEMARANG: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat mendatangi para transmigran asal Kota Semarang di Kabupaten Kanyong Utara, Kalimantan Barat, kemarin (Ist).
PEDULI WARGA SEMARANG: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat mendatangi para transmigran asal Kota Semarang di Kabupaten Kanyong Utara, Kalimantan Barat, kemarin (Ist).

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Rabu (27/9), bertolak ke Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat, untuk bertemu dengan para transmigran yang berasal dari Kota Semarang. Total ada 8 kepala keluarga yang bertransmigrasi sejak tahun 2012.

Berbekal sebuah rumah dan lahan garapan seluas satu hektare, lima tahun sudah para transmigran asal Kota Semarang tersebut diupayakan agar kesejahteraannya dapat meningkat. Melalui pembekalan keterampilan bercocok tanam, para transmigran diminta untuk mampu merubah lahan kosong yang disediakan menjadi sebuah lahan produktif, yang mampu menghasilkan produk pertanian atau perkebunan yang unggul.

Tak mudah, untuk menemui para Transmigran asal Kota Semarang di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, Hendi harus menempuh perjalanan puluhan kilometer menggunakan sebuah sepeda motor. Sebab, lokasi permukiman transmigran jauh dari pusat keramaian, serta medan jalan menuju ke sana yang cukup sulit dilalui menggunakan mobil. Namun kesulitan tersebut tak menyurutkan semangatnya untuk bertemu dengan para transmigran.

Sesampainya di lokasi, Hendi disambut antusias oleh para transmigran yang telah menunggunya sedari pagi. Warga bahkan secara khusus memasakan beberapa hidangan untuk disantap bersama-sama. Tanpa sekat, Hendi pun langsung cair berbaur berbincang-bincang bersama warga transmigran tersebut. “Pripun kabaripun pak ? (Bagaimana kabarnya pak),” tanya Hendi hangat kepada masyarakat di sana menggunakan bahasa Jawa.

Hendi juga memberi motivasi agar para transmigran tak cepat menyerah serta terus berusaha memaksimalkan fasilitas yang telah diberikan.

“Banyak kisah inspiratif yang saya dapatkan dari sedulur-sedulur di sini untuk disebarkan, karena transmigrasi ini kan bukan hanya tentang meningkatkan kesejahteraan atau pemerataan kepadatan penduduk, tetapi juga tentang perjuangan dan pengorbanan dalam membangun Indonesia,” tambahnya.

Salah satu kisah inspiratif tersebut berasal dari Ridwan, 40, salah satu peserta transmigran yang telah sukses dengan meraup penghasilan Rp 10 juta per bulan. Di depan Hendi, Ridwan menceritakan perjuangannya sebagai transmigran hingga harus kehilangan salah satu anaknya yang tenggelam di parit.

“Begitu sampai di sini saya langsung menangis pak, karena lahan yang harus digarap terkena banjir selama 3 bulan tidak surut, tapi Alhamdulillah itu tidak menyurutkan tekad saya untuk membangun wilayah di sini,” ujar Ridwan. (*/zal)