33 C
Semarang
Minggu, 9 Agustus 2020

Razia Narkoba di Karaoke Eleven dan Forbes

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG- Dua tempat karaoke dan spa dirazia petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng, Selasa (26/9) siang. Petugas melakukan test urine  kepada pemilik dan seluruh staf yang ada.  Tempat hiburan pertama yang didatangi BNNP Jateng, yakni Eleven Spa, Karaoke dan Lounge, Jalan Puri Anjasmoro, Tawangsari, Semarang Barat. Di tempat ini, sedikitnya 90 orang menjalani tes urine.

“Ada 90 orang yang dites urine, terdiri atas owner, manajer, staf, pemandu lagu atau ladies escort, office boy, serta sekuriti,” ungkap Kabid Pemberantasan BNNP Jateng AKBP Suprinarto di sela kegiatan, Selasa (26/9) siang.

ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG
ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG

Saat razia, memang belum ada pengunjung yang datang. Sehingga hanya pemilik dan karyawannya yang dilakukan test urine.  Dalam razia yang berlangsung selama hampir 1,5 jam itu, petugas sempat mencurigai salah seorang karyawan mengkonsumsi narkoba. Namun dari hasil tes urine, ternyata tidak ditemukan karyawan yang positif mengonsumsi narkoba.

“Karyawan yang sempat dicurigai pakai narkoba itu ternyata habis mengonsumsi obat gigi sama engsel (lutut) karena sakit dan digunakan sesuai dari resep. Jadi, tidak ada pelanggaran, karena dia menggunakan sesuai dengan aturan anjuran dokter,” katanya.

General Manager Eleven Karaoke, Nurul Fitriana, mengaku sangat mengapresiasi langkah BNNP Jateng dalam melakukan razia tersebut. Nurul sangat mendukung dalam pencegahan peredaran narkoba di tempatnya.

“Sangat welcome sekali dengan kegiatan ini. Di tempat kami juga sudah ditegaskan untuk bersama-sama memberantas narkoba. Kami sendiri menginginkan untuk seluruh karyawan maupun staf untuk tidak mentolerir narkoba,” tegasnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan memberikan sanksi tegas kepada staf ataupun karyawan Eleven apabila terbukti mengonsumsi narkoba. Sanksi tegas ini, bisa sampai pemecatan. “Ada punishment apabila karyawan terbukti menggunakan narkoba, bisa sampai pemecatan. Ini bentuk ketegasan dalam pencegahan narkoba di tempat kami,” katanya.

Usai razia di karaoke Eleven, petugas BNNP Jateng melanjutkan kegiatan di tempat karaoke Forbes yang berlokasi di Ruko Gayamsari. Tes urine juga diberlakukan kepada seluruh penghuni mulai dari pimpinan hingga staf. “Di Forbes ada 71 orang (yang dites urine), semunya negatif,” tegasnya.

Suprinarto menambahkan, kegiatan serupa akan terus digencarkan untuk pencegahan sekaligus pemberantasan narkoba di wilayah Jateng. Pada 2017 ini, BNNP Jateng melakukan 16 kali razia baik di dalam maupun di luar Kota Semarang.

“Delapan kali di dalam kota, dan delapan kali di luar kota, di antaranya Solo, Demak, Surakarta dan Pekalongan. Yang akan datang kita akan ke Karimunjawa. Jadi, tidak hanya di tempat hiburan saja, tempat kos juga kita lakukan kegiatan sama. Ini untuk pencegahan saja,” katanya. (tsa/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tahun Ini Jembatan Timbang Dikelola Swasta

SEMARANG – DPRD menyambut baik kebijakan pemerintah pusat yang bakal menyerahkan pengelolaan dua jembatan timbang (JT) kepada pihak swasta. Meski begitu, harus ada regulasi...

Kenalkan Profesi Polisi sejak Dini

PEDURUNGAN – Sedikitnya 45 anak dari Pos pendidikan anak usia dini (PAUD) Pandega Siwi RW 2 Tlogosari Kulon, mendatangi kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Pedurungan,...

Aplikasi “Jurus Panca Sang Guru” dalam Pendidikan

RADARSEMARANG.COM - GURU memegang  peranan  kunci  dalam  pembentukan  watak  dan  perilaku pelajar pemegang estafet kepemimpinan bangsa Indonesia pada masa yang akan datang. Menyadari pentingnya...

Diejek, PK Gambilangu Tusuk Rekannya 

KENDAL—Diduga jengkel, seorang pemandu karaoke (PK) di kompleks lokalisasi Gambilangu, Kaliwungu menusuk temannya sesama PK. Gara-garanya, pelaku tidak terima diejek oleh korban sebagai perempuan yang...

Guru SD sekaligus Model

APRILIANA Ajeng Kusuma Putri tak hanya guru SD. Gadis kelahiran Semarang, 21 April 1994 ini juga seorang model. Selama setahun, ia pernah belajar di...

Sukses Operasi Pemisahan Tubuh, Rochman-Rochim Ingin Jadi Dokter

PADA 4 September 2009, Abdul Rochman dan Abdul Rochim terlahir dengan kondisi pygopagus. Pantatnya melekat. Hanya ada satu penis. Pada 2010, operasi dilakukan. Kini...