TEST URINE: Petugas BNNP Jateng saat melakukan test urine di Eleven Spa, Karaoke dan Lounge, Jalan Puri Anjasmoro, Tawangsari, Semarang Barat, kemarin (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
TEST URINE: Petugas BNNP Jateng saat melakukan test urine di Eleven Spa, Karaoke dan Lounge, Jalan Puri Anjasmoro, Tawangsari, Semarang Barat, kemarin (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG- Dua tempat karaoke dan spa dirazia petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng, Selasa (26/9) siang. Petugas melakukan test urine  kepada pemilik dan seluruh staf yang ada.  Tempat hiburan pertama yang didatangi BNNP Jateng, yakni Eleven Spa, Karaoke dan Lounge, Jalan Puri Anjasmoro, Tawangsari, Semarang Barat. Di tempat ini, sedikitnya 90 orang menjalani tes urine.

“Ada 90 orang yang dites urine, terdiri atas owner, manajer, staf, pemandu lagu atau ladies escort, office boy, serta sekuriti,” ungkap Kabid Pemberantasan BNNP Jateng AKBP Suprinarto di sela kegiatan, Selasa (26/9) siang.

ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG
ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG

Saat razia, memang belum ada pengunjung yang datang. Sehingga hanya pemilik dan karyawannya yang dilakukan test urine.  Dalam razia yang berlangsung selama hampir 1,5 jam itu, petugas sempat mencurigai salah seorang karyawan mengkonsumsi narkoba. Namun dari hasil tes urine, ternyata tidak ditemukan karyawan yang positif mengonsumsi narkoba.

“Karyawan yang sempat dicurigai pakai narkoba itu ternyata habis mengonsumsi obat gigi sama engsel (lutut) karena sakit dan digunakan sesuai dari resep. Jadi, tidak ada pelanggaran, karena dia menggunakan sesuai dengan aturan anjuran dokter,” katanya.

General Manager Eleven Karaoke, Nurul Fitriana, mengaku sangat mengapresiasi langkah BNNP Jateng dalam melakukan razia tersebut. Nurul sangat mendukung dalam pencegahan peredaran narkoba di tempatnya.

“Sangat welcome sekali dengan kegiatan ini. Di tempat kami juga sudah ditegaskan untuk bersama-sama memberantas narkoba. Kami sendiri menginginkan untuk seluruh karyawan maupun staf untuk tidak mentolerir narkoba,” tegasnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan memberikan sanksi tegas kepada staf ataupun karyawan Eleven apabila terbukti mengonsumsi narkoba. Sanksi tegas ini, bisa sampai pemecatan. “Ada punishment apabila karyawan terbukti menggunakan narkoba, bisa sampai pemecatan. Ini bentuk ketegasan dalam pencegahan narkoba di tempat kami,” katanya.

Usai razia di karaoke Eleven, petugas BNNP Jateng melanjutkan kegiatan di tempat karaoke Forbes yang berlokasi di Ruko Gayamsari. Tes urine juga diberlakukan kepada seluruh penghuni mulai dari pimpinan hingga staf. “Di Forbes ada 71 orang (yang dites urine), semunya negatif,” tegasnya.

Suprinarto menambahkan, kegiatan serupa akan terus digencarkan untuk pencegahan sekaligus pemberantasan narkoba di wilayah Jateng. Pada 2017 ini, BNNP Jateng melakukan 16 kali razia baik di dalam maupun di luar Kota Semarang.

“Delapan kali di dalam kota, dan delapan kali di luar kota, di antaranya Solo, Demak, Surakarta dan Pekalongan. Yang akan datang kita akan ke Karimunjawa. Jadi, tidak hanya di tempat hiburan saja, tempat kos juga kita lakukan kegiatan sama. Ini untuk pencegahan saja,” katanya. (tsa/aro)