Program Kartu Tani Panen Keluhan

699

SEMARANG – DPRD terus melakukan pemantauan terkait dengan program kartu tani di Jateng. Hasilnya, ternyata banyak keluhan dan berbagai persoalan yang terjadi di daerah terkait program ini. Dewan menilai semua itu terjadi karena sosialisasi yang dilakukan Pemprov Jateng belum maksimal.

Sekretaris Komisi B DPRD Jateng, Messy Widiastuti mengaku, saat ini masih ditemukan masalah dalam perkembangan kartu tani. Bahkan, banyak petani yang belum dapat memahami secara utuh manfaat dan penggunaan kartu tani secara optimal. Padahal, program tersebut sebenarnya sudah bagus dan sangat ditunggu masyarakat Jateng yang banyak menggantungkan hidup dari bertani. “Kami terus melakukan monitoring di daerah, terkait dengan hasil dan perkembangan dari kartu tani,” katanya.

Ia menambahkan, banyak persoalan yang diketahui setelah ada monitoring langsung ke daerah. Ia mengatakan, pembelian pupuk menggunakan kartu tani sudah dimulai sejak April, tetapi masih banyak petani yang belum masuk ke dalam RDKK SIMPI dikarenakan pada saat pendataan awal, petani belum dapat memenuhi persyaratan, dan masih ada petani yang menolak untuk didata. Peran Pemprov dan pemerintah kabupaten/kota sangat dibutuhkan untuk sosialisasi langsung kepada para petani yang masih belum paham pentingnya kartu tani. “Pendistribusian pupuk juga harus tepat sasaran jangan sampai ada kecurangan yang membuat harga pupuk menjadi mahal, hal itu akan sangat merugikan para petani kita,” tegasnya.

Anggota Komisi B DPRD Jateng Ikhsan Mustofa juga sering menerima keluhan yang datang dari para petani. Ia mengaku memang sulit bagi petani untuk menggunakan kemajuan teknologi ini. Tapi hal itu bukan menjadi masalah yang sulit untuk dihadapi. Saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Tegal, progres kartu tani belum final.

Saat ini, dari 100.082 petani yang ada di Kabupaten Tegal, 83.070 petani sudah terdaftar di Program Kartu Tani. Terdapat 7.569 kartu yang belum bisa dibagikan karena adanya NIK ganda, petani yang sudah meninggal, dan bukan petani yang mendaftar program tersebut. (fth/ric)