GATHERING : Pejabat PLN Area Pekalongan bersama awak media, humas Pemkab Batang, Pemkab Pekalongan dan Pemkot Pekalongan, Polres dan Kodim, di Desa/Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG).
GATHERING : Pejabat PLN Area Pekalongan bersama awak media, humas Pemkab Batang, Pemkab Pekalongan dan Pemkot Pekalongan, Polres dan Kodim, di Desa/Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG).

KAJEN-PLN Area Pekalongan yang meliputi Kabupaten Pekalongan Batang dan Kota Pekalongan, meluncurkan PLN Mobile yang bisa diakses melalui ponsel android yang bisa di-download melalui play store, Selasa (26/9) kemarin. PLN Mobile ini untuk meningkatkan pelayanan dalam mengakses informasi terhadap PLN.

Manager Area Pekalongan, Joko Hadi Widayat mengungkapkan bahwa PLN Mobile ini untuk memudahkan masyarakat mendapatkan informasi, menyampaikan keluhan, saran dan pendapat kepada PLN, cukup melalui handphone. Bahkan, masyarakat dapat melakukan permohonan pemasangan baru atau tambah daya, menanyakan pemadaman listrik di daerah mana saja. Semua itu akan dijawab oleh PLN langsung.

“Intinya masyarakat bisa menanyakan apapun terkait PLN, bahkan kritik dan saran,” kata Joko di sela gathering bersama awak media, humas Pemkab Batang, Pemkab Pekalongan dan Pemkot Pekalongan, Polres dan Kodim, yang dilaksanakan di Desa/Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan. Dihadiri pula, asisten manajer dan manajer rayon se-Area Pekalongan.

Joko juga mengatakan bahwa saat ini PLN membutuhkan ketersediaan daya 160 MW atau 40 persen dari daya terpasang listrik guna mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Keberadaan PLTU Batang dengan daya 2 x 1000 MW sangat membantu kebutuhan listrik di Jawa dan Bali yang saat ini permintaan konsumen sangat tinggi,” kata Joko.

Joko juga menjelaskan bahwa saat ini ada 11 desa di Kabupaten Batang dan 5 desa di Kabupaten Pekalongan yang belum mendapatkan pasokan listrik, karena sulitnya diakses PLN lantaran kondisi geografis yang sulit dijangkau. “Masih ada 12 persen dari jumlah kepala keluarga di Kabupaten Pekalongan dan Batang, yang daerahnya belum tersentuh PLN. Hal itu lebih disebabkan karena letak geografis, ” jelas Joko.

Karena itulah, imbuhnya, PLN sangat membutuhkan kerjasama dengan pemerintah daerah setempat, untuk menjangkau daerah terpencil yang belum tersentuh aliran listrik.

Terkait beredarnya informasi adanya petugas PLN gadungan, Joko meminta masyarakat tidak mudah tertipu oleh oknum yang berkedok/mengatasnamakan petugas PLN. Menurutnya, petugas PLN dalam bertugas selalu dilengkapi surat tugas, maupun identitas sebagai ciri utama. Petugas PLN juga tidak menerima/dilarang melakukan transaksi pembayaran secara tunai di lapangan.

“Kami mohon, kalau ada oknum yang mengaku petugas PLN melakukan transaksi di lapangan atau semacam pungutan, segera laporkan ke kami,” tegas Joko. (thd/ida)