33 C
Semarang
Jumat, 3 Juli 2020

Pasien Bantai Dukun Hingga Tewas 

Another

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru...

KENDAL—Seorang dukun meregangkan nyawa dengan cara dibantai oleh pasiennya sendiri, lantaran dinilai tidak bisa memenuhi janjinya untuk menyembuhkan penyakit. Pasien yang jengkel tersebut, mengajak suami dan temannya menghabisi sang dukun.

Dukun yang bernasib malang tersebut adalah Sugeng Raharjo, 35, warga Kelurahan Klidang Los, Kabupaten Batang. Ia dihabisi oleh pasien perempuannya Dewi Purnama dibantu suaminya Wisnu Heru Susanto. Selain itu, dibantu lima temannya yakni FA, AR, SU, DD dan KU.

Dewi mengaku jika dirinya mengenal korban Sugeng sebagai dukun yang bisa menyembuhkan segala penyakit. Dewi sendiri mengaku jika sudah belasan tahun ini divonis menderita penyakit kanker.

Ia pun mempercayakan penyembuhan penyakitnya tersebut kepada korban untuk terapi. Namun penyakit yang dideritanya tersebut tak kunjung sembuh. Padahal Dewi dan Wisnu sudah mengeluarkan banyak biaya. Tiap periksa ke Sugeng, Dewi mengaku membayar Rp 5-10 juta. “Sudah habis banyak, tetapi penyakit kanker saya belum sembuh juga,” kata Dewi di sela-sela rekontruksi yang digelar penyidik Polres Kendal di halaman Mapolres setempat Selasa (26/9).

Bahkan Dewi mengaku jika dirinya telah habis uang lebih dari Rp 150 juta. Selain itu, terakhir Sugeng juga meminjam uang kepada dirinya sebanyak Rp 55 juta, namun tidak juga dikembalikan. Merasa Kesal, akhirnya Dewi bersama Wisnu berniat menghabisi Sugeng.

Di Rumah Makan Duren Jati, Desa Darupono Kecamatan Kaliwungu Selatan, Dewi dan Wisnu menghabisi korban. Ia dibantu lima teman Wisnu yakni Kuncoro, Aris, Fajar, Sunarto dan Didit yang sebelumnya pesta minuman keras (miras).

Aksi pembunuhan telah direncanakan terlebih dulu, yakni dengan cara Dewi membuat janji dengan korban Sugeng Raharjo untuk bertemu di jalan raya Batang dekat dengan pabrik terkstil. Dewi kemudian membawa Sugeng ke RM Duren Jati menggunakan sepeda motor.

Sesampainya di RM tersebut telah bersiap Wisnu bersama lima temannya dengan sebuah mobil sewaan. Seperti sudah direncanakan beberapa peralatan dibawa seperti tali tambang warna biru, botol minuman dan juga gunting. Begitu korban turun dari motor, kemudian korban dimasukkan ke dalam mobil oleh para pelaku.

Dalam reka ulang yang digelar Satreskrim Polres Kendal tampak Kuncoro, Sunarto dan Fajar, memaksa korban untuk masuk ke dalam mobil. Mereka membawa ke Boja. Dalam perjalanan, korban memberontak dan kemudian oleh Didit langsung dijerat dengan tali di lehernya.

Tapi korban masih juga berontak, akhirnya Aris memukul korban dengan menggunakan botol. Tidak juga diam, Fajar yang duduk di sebelah kiri korban langsung menusuk bagian leher dengan menggunakan gunting yang telah disiapkan sebelumya. Saat itulah korban tak berdaya.

Sesampainya di Desa Meteseh, Sunarto bertukar tempat dengan Dewi yang tadi menggunakan sepeda motor dan masuk ke mobil. Perjalanan dilanjutkan ke Temanggung, namun saat di Desa Bejen, Aris dan Didit memasukkan korban ke dalam karung. Lalu dengan dibantu Kuncoro, korban dibuang ke Kebun Karet Kecamatan Bejen, Temanggung.

Usai korban dibuang Dewi memberikan upah kepada para pelaku Kuncoro sebesar Rp 500 ribu, Fajar sebesar Rp 150 ribu, Aris sebesar Rp 450 ribu, Sunarto Rp 500 ribu dan Didit Rp 500 ribu.

Kasatreskrim Polres Kendal AKP Aris Munandar kepada wartawan mengatakan motif pembunuhan adalah karena korban sebagai paranormal tidak bisa melaksanakan tugasnya dengan baik. Sementara Dewi sebagai pasien sudah mengeluarkan banyak uang untuk berobat. “Korban dibuang ke kebon karet karena para pelaku ketakutan,” ujar Aris Munandar.

Korban menurut Kasatreskrim sudah dibunuh di dalam mobil dalam perjalanan Boja hingga Bejen Temanggung. Para Pelaku menurutnya akan dikenakan pasal 340, 338 170 dan 351 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

Tiga Bersamaan

Tiga orang hebat ini punya ide yang mirip-mirip. Hafidz Ary Nurhadi di Bandung, dr Andani Eka Putra di Padang dan Fima Inabuy di Kupang,...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Olahraga Bikin Pikiran Fresh

Berolahraga bukan hanya membuat badan sehat. Bagi Yohanes Kurniawan, dengan berolahraga bisa membuat pikiran menjadi fresh. Dia memiliki hobi olahraga yang cukup simpel yakni...

Bupati Serahkan LKPD 2017 ke BPK

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2017, kepada Kepala Perwakilan BPK Jawa Tengah Hery Subowo,...

Kenang Pertempuran Lengkong dan Plataran

MAGELANG - Akademi Militer (Akmil) menggelar upacara bendera Hari Bhakti Taruna di lapangan Pancasila Akmil, Rabu (25/1). Gubernur Akmil Brigjen TNI Arif Rahman dalam...

Apindo Siap Ajukan Protes

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pemerintah memutuskan mengubah kalender cuti bersama Lebaran tahun ini. Liburnya super panjang, yakni 12 hari. Bagi para pekerja, tentu jadi kabar baik....

Bersukaria Walking Tour, Tur Jalan Kaki sembari Belajar Sejarah

Referensi tentang titik-titik bersejarah di sepanjang rute didapatkan dari jurnal, pemerhati sejarah, dan ngobrol dengan warga. Yang mau tur dengan tema khusus, misalnya kuliner,...

Tekan KLB, DKK Lakukan ORI

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang telah menerjunkan tim untuk melakukan imunisasi di Kelurahan Genuksari dan Bangetayu Wetan, menyusul status Kejadian Luar...