33 C
Semarang
Sabtu, 6 Juni 2020

Ditinggal ke Sawah, Rumah Ludes Terbakar

Another

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

KENDAL—Nur Ridho warga Desa Puguh, RT 2/RW5, Kecamatan Pegandon, ini bernasib nahas. Satu-satunya rumah yang menjadi tempat tinggal dirinya sekeluarga, ludes dilalap si jago merah berikut barang berharga dan perabotan rumah tangga.

Belum diketahui penyebab kebakaran secara pasti. Tidak ada korban jiwa, tapi akibat bencana tersebut, kerugiannya mencapai ratusan juta rupiah. Mengingat material rumah rata-rata berbahan dasar kayu jati.

Nur Ridho mengaku tidak mengetahui secara persis rumahnya terbakar. Sebab saat kejadian, ia sedang bekerja di sawah sembari mencari kayu bakar. Sementara istrinya, Sruwut Saripah berada di sungai untuk mengambil air. Sedangkan dua anaknya sedang nyantri di pesantren.

Ridho mengaku mengetahui rumahnya terbakar setelah ada tetangganya yang memberitahu. Sebelum terbakar, sempat terdengar suara ledakan yang berasal dari rumah tersebut. Ledakan diduga berasal dari meteran listrik yang korslet. “Yang tahu pertama, Ngatiyem, tetangga saya. Dia dengar suara ledakan lalu keluar rumah dan melihat rumah korban terbakar,” Sugeng Riyadi, perangkat desa setempat.

Kondisi kemarau dan kering serta angin yang kencang membuat api cepat membesar. Api langsung meluluhlantakkan bangunan dengan cepat. Beruntung saat kebakaran rumah, terjadi tiupan angin yang berhembus kencang mengarah ke arah barat, sehingga kobaran apinya tak sampai menyentuh beberapa rumah yang jaraknya berdekatan.

Dua mobil pemadam kebakaran (Damkar) Satpol PP Damkar Kendal yang datang ke lokasi langsung melakukan pemadaman terhadap bara api puing-puing rumah kayu jati yang ludes terbakar tersebut. “Tadi anginnya kencang dan untungnya mengarah ke barat. Mungkin kalau arah anginnya ke timur, tidak tahu. Bisa jadi, beberapa rumah yang paling dekat dengan rumah korban bisa ikut terbakar,” jelasnya.

Korban Nur Ridho mengatakan bahwa saat rumahnya terbakar dirinya sedang berada di sawah. Ia tidak mengetahui yang menjadi penyebab rumahnya terbakar. Berdasarkan penuturan warga, rumahnya ludes dilalap sijago merah akibat terjadi korsleting listrik. “Syukur alhamdulillah, hewan ternak kambing diselamatkan warga,” kata dia.

Kabid Pemadam Kebakaran (Damkar) pada Satpol PP dan Damkar Kendal, M Arif Masrukhin mengatakan dalam peristiwa kebakaran rumah ini dua unit mobil Damkar diterjunkan ke lokasi. “Dua mobil damkar langsung kami terjunkan ke lokasi kebakaran. Tetapi, saat diperjalanan sempat terhenti cukup lama, karena ada kereta api yang melintas di perlintasan sebidang yang ada di Desa Tegorejo, Kecamatan Pegandon,” kata dia. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga terus ingat satu nasihat dari...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen sampai presiden. T.M. BAYUAJI-K. ULUM, BAYU...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat dirilis. Menurut para sahabat, yang...

More Articles Like This

Must Read

Minta Tiga Sesepuh Petani Tak Ditahan

SEMARANG - Ratusan warga yang tergabung dalam Perkumpulan Petani Surokonto Wetan (PPSW) Kabupaten Kendal, menggeruduk kantor Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Tengah untuk meminta keadilan....

Minta Pelajar Cintai Batik

GUBERNUR Ganjar Pranomo meminta generasi muda ikut berperan aktif melestarikan batik. "Saat ini batik sudah menjadi warisan dunia dan Unesco sudah menetapkannya sebagai heritage...

Perjuangkan Anggaran Pendidikan 20 Persen

​SEMARANG – DPRD Jateng terus berusaha untuk memperjuangkan agar anggaran pendidikan dari APBN maupun APBD di Jawa Tengah bisa maksimal sebesar 20 persen. Sebab,...

UMK Diusulkan Naik Rp 126.100

KEBUMEN—Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kebumen tahun 2018, diusulkan naik 8,79 persen dari UMK tahun 2017. Atau, terjadi kenaikan sekitar Rp 126.100. UMK 2018 diusulkan...

PT KAI Siap Revitalisasi Polder Tawang

RENCANA Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Semarang yang akan melakukan revitalisasi Kawasan Kota Lama dan diangkat sebagai Warisan Budaya Dunia (World Heritage), mendapatkan dukungan dari...

Pakai Gas Melon, Resto Ditindak

RADARSEMARANG.COM, PURWOREJO — Resto-resto menengah ke atas yang masih menggunakan gas melon alias elpiji bersubsidi 3 kilogram, bakal ditindak tegas oleh polisi. Hal serupa juga...