Wakil Direktur I LPPOM MUI Jawa Tengah, Dr Ahmad Izzuddin (Nur Wahidi/Jawa Pos Radar Semarang).
Wakil Direktur I LPPOM MUI Jawa Tengah, Dr Ahmad Izzuddin (Nur Wahidi/Jawa Pos Radar Semarang).

SEMARANG— Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Provinsi Jawa Tengah, meminta pemerintah lebih teliti dalam mengawasi produk makanan, obat-obatan, hingga komestik, terkait pemakaian bahan dasar. Sebab, masih banyak produk yang dijual di pasaran yang berbahan dasar dengan campuran babi.

“Masih banyak obat-obatan yang mengandung bahan dari hewan yang menurut Islam dianggap haram. Oleh karena itu pemerintah harus bisa teliti agar produk memakai bahan dasar yang halal,” ujar Direktur LPPOM MUI Provinsi Jateng Prof Rofiq Anwar usai menyampaikan makalahnya dalam acara work shop tentang pelatihan sistem jaminan halal gizi di aula RSI Sultan Agung, kemarin.

Sampai saat ini pihaknya masih mengkaji dan meneliti masalah pangan obat-obatan dan kosmetik yang hasilnya nanti akan diberikan kepada pemerintah sebagai masukkan.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Mukisi, dr Masyhudi mengatakan, kegiatan sistim jaminan halal ini diikuti oleh 80 peserta dari perwakilan rumah sakit se Indonesia. “Nantinya setelah mengikuti kegiatan ini bisa dipraktekkan di rumah sakit sehingga semuanya bisa aman baik bagi pasien maupun rumah sakit itu sendiri,” katanya.

Sementara itu Wakil Direktur I LPPOM MUI Jawa Tengah, Dr Ahmad Izzuddin, mengatakan nantinya di rumah sakit (RS) ada tim jaminan halal. Tugasnya memberikan lebel halal baik obat-obatan maupun makanan. Dengan begitu maka ada kepastian bagi pasien.“Kalau sudah ada tim jaminan tersebutr maka pasien menjadi mantab dan tidak ragu-ragu lagi,” katanya.

Karena selama ini banyak produk inovasi modern yang semula halal bisa menjadi haram misalnya karena tempatnya atau bahannya yang tercampur dengan yang haram. Itu karena bahannya atau tempatnya untuk memasak. “Dan pasien tidak tahu yang penting dikonsumsi, kalau sudah begitu kasihan pasiennya,” imbuhnya. (hid/zal)