33 C
Semarang
Kamis, 9 Juli 2020

Bentuk Tim Jaminan Halal di RS

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG— Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Provinsi Jawa Tengah, meminta pemerintah lebih teliti dalam mengawasi produk makanan, obat-obatan, hingga komestik, terkait pemakaian bahan dasar. Sebab, masih banyak produk yang dijual di pasaran yang berbahan dasar dengan campuran babi.

“Masih banyak obat-obatan yang mengandung bahan dari hewan yang menurut Islam dianggap haram. Oleh karena itu pemerintah harus bisa teliti agar produk memakai bahan dasar yang halal,” ujar Direktur LPPOM MUI Provinsi Jateng Prof Rofiq Anwar usai menyampaikan makalahnya dalam acara work shop tentang pelatihan sistem jaminan halal gizi di aula RSI Sultan Agung, kemarin.

Sampai saat ini pihaknya masih mengkaji dan meneliti masalah pangan obat-obatan dan kosmetik yang hasilnya nanti akan diberikan kepada pemerintah sebagai masukkan.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Mukisi, dr Masyhudi mengatakan, kegiatan sistim jaminan halal ini diikuti oleh 80 peserta dari perwakilan rumah sakit se Indonesia. “Nantinya setelah mengikuti kegiatan ini bisa dipraktekkan di rumah sakit sehingga semuanya bisa aman baik bagi pasien maupun rumah sakit itu sendiri,” katanya.

Sementara itu Wakil Direktur I LPPOM MUI Jawa Tengah, Dr Ahmad Izzuddin, mengatakan nantinya di rumah sakit (RS) ada tim jaminan halal. Tugasnya memberikan lebel halal baik obat-obatan maupun makanan. Dengan begitu maka ada kepastian bagi pasien.“Kalau sudah ada tim jaminan tersebutr maka pasien menjadi mantab dan tidak ragu-ragu lagi,” katanya.

Karena selama ini banyak produk inovasi modern yang semula halal bisa menjadi haram misalnya karena tempatnya atau bahannya yang tercampur dengan yang haram. Itu karena bahannya atau tempatnya untuk memasak. “Dan pasien tidak tahu yang penting dikonsumsi, kalau sudah begitu kasihan pasiennya,” imbuhnya. (hid/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

16 Penambang Tertimbun Longsor, Delapan Tewas

MUNGKID—Muh Haryono, mengaku tidak akan pernah lupa kejadian tanah longsor yang menimpa belasan orang terjadi di depan matanya. Seperti mimpi. Dia melihat tebing setinggi...

Dari Hobi Jadi Profesi

TUMBUH di keluarga yang suka musik, membuat Nike Aprilia Usready juga tertarik untuk mendalami musik, khususnya dalam bidang tarik suara. Sejak kecil, gadis yang...

Pelaku Ekonomi Kreatif Kesulitan Akses Perbankan

SEMARANG – Pelaku ekonomi kreatif masih kesulitan mendapatkan akses permodalan dari perbankan. Pasalnya, bidang usaha mereka terbilang tidak tampak, tapi bisa dirasakan. “Ekonomi kreatif itu...

Meminta Maaf Kepada Orang Yang Telah Meninggal

Pertanyaan : Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarokatuh Yth Bapak DR KH Ahmad Izzuddin MAg di Jawa Pos Radar Semarang yang saya hormati dan saya takdzimkan. Saya ingin...

Tetap Operasi, PK Terciduk

RADARSEMARANG.COM, DEMAK-Meski sudah ada larangan, namun sejumlah tempat karaoke tetap beroperasi dan mempekerjakan pemandu lagu (PK). Karena nekat, akhirnya mereka terciduk petugas kepolisian. Kapolres Demak...

Ban Berteknologi Tinggi

SEORANG wiraniaga menunjukan produk-produk ban sepeda motor merek FDR, pada peluncuran produk baru ban FDR di kota Semarang, kemarin. Produk terbaru FDR yang diluncurkan...