12 Pasangan Selingkuh Terjaring Operasi Pekat

1457
DIAMANKAN : Enam pasangan yang ketahuan berada dalam satu kamar tanpa ikatan pernikahan terjaring operasi yustisi Satpol PP Kabupaten Batang di rumah kos dan hotel di Batang, Selasa (26/9) kemarin (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
DIAMANKAN : Enam pasangan yang ketahuan berada dalam satu kamar tanpa ikatan pernikahan terjaring operasi yustisi Satpol PP Kabupaten Batang di rumah kos dan hotel di Batang, Selasa (26/9) kemarin (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

BATANG-Sebanyak 12 orang yang diduga kumpul kebo terjaring operasi pekat (penyakit masyarakat) yang dilaksanakan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Batang, Selasa (26/9) kemarin. Operasi tersebut menyasar sejumlah rumah kos dan hotel di Kabupaten Batang.

“Pada razia kali ini, ada 6 pasangan yang kami pergoki berada di dalam kamar kos dan hotel. Karena mereka tidak bisa menunjukkan bukti surat nikah, patut kami curigai sedang melakukan tindakan mesum. Untuk itu, mereka langsung kami amankan dan selanjutnya akan kami proses,” kata Kabid Penegak Peraturan Perundang-undangan Daerah (Gakda) Satpol PP Kabupaten Batang, Tri Teguh Ridarwanto SH.

Teguh mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari operasi rutin Satpol PP Kabupaten Batang guna menegakkan Peraturan Daerah (Perda) nomor 4 tahun 2015 tentang perubahan atas Perda nomor 6 tahun 2011 tentang Pemberantasan Pelacuran di Kabupaten Batang.

Selain itu, razia yang digelar juga merupakan respon cepat instansinya atas informasi masyarakat yang menyebutkan ada sejumlah kos kosan yang meresahkan. Lantaran banyak muda mudi tak memiliki ikatan pernikahan, tinggal dalam satu kamar.

Ia menandaskan bahwa operasi tersebut menyasar rumah kos yang ditengarai sebagai hunian para pemandu lagu dan pasangan mesum. “Wilayah operasi, kami konsentrasikan di daerah sekitaran Batang kota dan jalur pantura. Hal itu merujuk dari laporan warga setempat. Hasilnya, terbukti kami mengamankan beberapa pasangan bukan suami istri,” lanjutnya.

Operasi sengaja digelar siang hari hingga menjelang malam, kisaran pukul 13.00 hingga pukul 18.00, saat para pelaku masih beristirahat untuk mempersiapkan aktivitas malam hari.

Sedangkan 6 pasangan bukan suami istri yang tidak dapat menunjukkan bukti berupa surat/buku nikah terdiri atas dua orang diamankan dari kos-kosan di daerah Batang kota, kemudian dua pasang diamankan dari Hotel Alaska di Banyuputih, satu pasang di kos-kosan Penundan dan satu pasang di Hotel Tulis Batang.

“Yang jelas, semua pasangan tidak dapat menunjukkan bukti surat nikahnya. Jadi patut kami duga, mereka berniat melakukan tindakan mesum. Reaksi mereka juga terlihat panik saat kami lakukan razia,” terang Kasie Penyelidiakan dan Penindakan Satpol PP, Surya Sujana SH.

Menurut Surya, hasil razia tersebut semestinya menjadi pembelajaran dan peringatan bagi para orang tua. Mereka dituntut lebih aktif memantau perilaku anak anaknya, terutama yang masih pacaran. “Dari semua pasangan mesum, rata-rata sudah berusia dewasa. Dan sudah memiliki pasangan masing-masing. Istilahnya mereka berselingkuh,” tegasnya.

Atas kejadian tersebut, pembinaan akan dilakukan kepada pemilik kos kosan dan hotel yang bersangkutan. Satpol PP akan menindaklanjuti operasi itu dengan melayangkan surat peringatan. Mereka yang terjaring, lanjutnya, mendapat pembinaan dan diminta untuk membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan serupa. “Jika mengulangi perbuatannya, akan dipanggilkan suami atau istri masing-masing,” tandasnya. (han/ida)